BOJONEGORO, iNewsCirebon.id - Demi mengantarkan putra tercintanya, Pratama Arhan, mencapai cita-citanya, Surati harus berjuang sekuat tenaga.
Dia bertani dan berjualan sayur keliling, untuk menyokong Pratama Arhan menjadi seorang pesepak bola terkenal.
Bahkan, ada kenangan yang cukup lucu ketika Pratama Arhan henda mengikuti latihan bersama sekolah sepak bola (SSB) Terang Bangsa di Blora.
Saat itu, kata Surati, dia membelikan sepasang sepatu sepak bola yang dibanderol dengan harga Rp25 ribu.
Namun, saat baru dipakai pertama kali, sepatu itu sudah jebol.
Perjuangan Surati untuk mengantarkan anaknya ke dunia sepak bola tak hanya sampai di situ.
Editor : Miftahudin
Artikel Terkait