Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Thudong 2025, Sebanyak 38 Biksu Berjalan Kaki Sejauh 2.657 KM dari Bangkok ke Borobudur
Advertisement . Scroll to see content

Alasan Cinta Mati, Pria Ini Tidur dengan Mayat Istrinya Selama 21 Tahun 

Senin, 09 Mei 2022 | 13:00 WIB
  • author Muhaimin
Alasan Cinta Mati, Pria Ini Tidur dengan Mayat Istrinya Selama 21 Tahun 
Charn Janwatchkal (72) tidur dengan mayat istrinya selama 21 tahun.(Foto: Facebook/Phet Kasem Bangkok Foundation)

BANGKOK, iNews.id - Cinta sejati, itulah yang dirasakan Charn Janwatchkal (72). Pria asal Thailand itu, rela tidur dengan mayat istrinya selama 21 tahun di kamarnya di Bangkok.

Dia terus menemani sang istri yang telah tiada hingga selama itu karena cinta. Namun, dia baru-baru ini membuat keputusan untuk mengkremasi jenazah sang istri. Alasannya karena usianya, di mana suatu hari nanti dia akan mati dan tidak ada seorang pun akan bertanggung jawab atas istrinya. 

Charn menghubungi Phet Kasem Bangkok Foundation untuk membantunya mengkremasi jasad istrinya. Lembaga tersebut merilis informasi tentang keputusan Charn di halaman media sosial. 

Sebagaimana dikutip dari Straits Times, Charn dilaporkan telah lama menyembunyikan jasad istrinya. Berita itu menyebabkan kegemparan publik di seluruh negeri, karena itu adalah peristiwa yang sama sekali tidak biasa. 

Kisah cinta pasangan ini berakhir tragis pada tahun 2001 ketika sang istri mengalami masalah kesehatan yang akhirnya dia meninggal. Pernikahan mereka dikaruniai dua anak, yang seiring waktu tumbuh dan membentuk kehidupan mereka sendiri, sementara Charn tidur dengan tubuh istrinya yang tak bernyawa, yang ada di peti mati. 

Para sukarelawan dari Phet Kasem Bangkok Foundation bertugas mengatur upacara Buddha dan kremasi jenazah di kuil Wat Sakorn Sun Prachasun, timur laut ibu kota. Charn kemudian membawa pulang abu jenazah istrinya. 

"Aku masih merindukanmu setiap menit dan cintaku padamu tidak berubah," kata Charn di hadapan abu jenazah istrinya yang disaksikan para sukarelawan. 

Setelah pemakaman ala Buddha, lembaga menyadari bahwa Charn hidup dalam kondisi genting dan membantunya memperbaiki rumahnya. 

Meskipun dia tidur dengan menemani jasad istrinya, dia tidak melanggar hukum, karena jasad tersebut dibalsem. Selain itu, dia mematuhi penggunaan minimum balsem yang ditentukan oleh otoritas negara.

Editor: Sazili MustofaEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut