Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Cirebon Gagalkan Penyelundupan 5,25 Kg Emas Senilai Rp12 Miliar di BIJB Kertajati
Advertisement . Scroll to see content

Festival Literasi Bea Cukai Ungkap Sejarah Panjang Perdagangan Cirebon

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:55 WIB
  • author Riant Subekti
Festival Literasi Bea Cukai Ungkap Sejarah Panjang Perdagangan Cirebon
Festival Literasi dan Historia Bea Cukai Tahun 2026 mengungkap panjangnya sejarah perdagangan dan kepabeanan di Cirebon. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Festival Literasi dan Historia Bea Cukai Tahun 2026 mengungkap panjangnya sejarah perdagangan dan kepabeanan di Cirebon yang telah berkembang jauh sebelum kedatangan VOC. Kegiatan yang digelar Kantor Bea Cukai Cirebon, Kamis (15/10/2026), ini mengajak peserta menelusuri jejak sejarah melalui literasi dan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi bersejarah.

Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Koen Rachmanto, mengatakan festival tersebut menjadi upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus menggali sumber sejarah melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, lembaga pendidikan, dan pemerhati sejarah.

Peneliti sejarah Endang Kusumasari menjelaskan, Cirebon telah menjadi kawasan perdagangan penting sejak masa lampau. Catatan sejarah menyebut pelabuhan Cirebon berkembang sekitar 1373. Jejak aktivitas kepabeanan dapat ditelusuri di kawasan Pelabuhan Muara Jati, termasuk wilayah Pabean Kulon dan Pabean Wetan. Pada masa itu, Ki Gedeng Tapa dikenal berperan sebagai syahbandar yang mengatur aktivitas perdagangan pelabuhan.

Selain menelusuri sejarah kepabeanan, peserta mempelajari perkembangan perdagangan dan komunikasi di Cirebon, termasuk pemanfaatan telegraf untuk mendukung arus logistik. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke Kantor Bea Cukai lama, pengenalan koleksi koin perak dan emas, serta kawasan Gedung British American Tobacco (BAT).

Guru SMK Pelayaran Buana Bahari Cirebon, Uni Sunarti, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar langsung dan mendorong pengembangan sejarah lokal dalam dunia pendidikan. Sementara itu, siswa SMAN 1 Kota Cirebon, Syarifudin Azis, mengaku memperoleh pengetahuan baru tentang perjalanan sejarah dan perdagangan Cirebon.

Melalui festival ini, sejarah diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan masa lalu, tetapi juga memperkuat identitas daerah, meningkatkan literasi generasi muda, serta membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon.

 

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut