Pelantikan Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Pengamat Soroti Paradoks Kritik dan Kekuasaan Prabowo
Heru menilai, posisi Wantimpres seharusnya memberikan ruang bagi pemikiran kritis dan masukan substantif kepada presiden, baik diminta maupun tidak. Namun, ia mempertanyakan apakah pemikiran Rocky Gerung nantinya benar-benar akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, terdapat paradoks ketika seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik justru masuk ke dalam struktur penasihat kekuasaan.
Heru bahkan mengkhawatirkan keberadaan Rocky hanya menjadi simbol akademis dan intelektual untuk memberikan legitimasi terhadap pemerintahan, tanpa diikuti ruang kebebasan menyampaikan pandangan yang berbeda.
“Pada akhirnya, Rocky Gerung harus memberikan masukan dan nasihat sesuai tugasnya, baik diminta maupun tidak. Jangan sampai hanya menjadi pajangan, sebatas legitimasi intelektual dalam kepentingan politik,” ungkapnya.
Ia juga menilai langkah Presiden Prabowo merangkul sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang politik perlu dilihat dalam konteks konsolidasi kekuasaan.
Editor: Rebecca