Potensi Wisata & Perikanan Jagara Didorong Jadi Mesin Ekonomi Desa, OJK Cirebon Gandeng 60 Wartawan
KUNINGAN, iNewsCirebon.id– Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tengah didorong untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif.
Upaya tersebut dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melalui pengembangan Desa Jagara sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).
Pengembangan Desa EKI di Jagara tidak hanya diarahkan pada peningkatan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Lebih jauh, akses pembiayaan diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai sektor produktif yang tumbuh di desa, mulai dari pariwisata, UMKM hingga perikanan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, potensi ekonomi yang dimiliki Jagara perlu dikembangkan secara terintegrasi agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Desa EKI bukan hanya tentang masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Yang lebih penting adalah bagaimana akses tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produktif,” kata Agus, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, pariwisata menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Jagara.
Ketika kunjungan wisata meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi. Perputaran ekonomi juga dapat masuk ke warung dan kuliner warga, UMKM, perdagangan, jasa transportasi hingga produk lokal.
“Kalau wisata berkembang, jangan sampai hanya tempat wisatanya yang ramai. Kita ingin warungnya ikut ramai, UMKM-nya ikut tumbuh, produk masyarakatnya ikut terjual,” ujarnya.
Selain pariwisata, OJK melihat sektor perikanan sebagai potensi ekonomi lain yang dapat dikembangkan. Penguatan sektor tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan, pengemasan dan pemasaran sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah.
Konsep tersebut diharapkan membentuk rantai ekonomi yang saling terhubung. Aktivitas wisata dapat membuka pasar bagi produk UMKM dan hasil perikanan, sementara pertumbuhan usaha dapat meningkatkan kebutuhan pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.
Untuk memperluas promosi potensi Jagara, OJK Cirebon juga menggandeng sekitar 60 wartawan dari berbagai media di wilayah Cirebon Raya.
Para jurnalis diajak melihat langsung potensi wisata, aktivitas ekonomi serta kehidupan masyarakat Desa Jagara. Kehadiran media diharapkan dapat memperkenalkan Jagara kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang meningkatnya kunjungan wisata.
Agus mengatakan, publikasi media memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi suatu daerah.
“Kami mengajak sekitar 60 wartawan karena kami ingin cerita tentang Jagara tidak berhenti di sini. Kami ingin cerita itu dibawa keluar, disampaikan kepada masyarakat Cirebon Raya dan masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Agus berharap pemberitaan yang muncul tidak sekadar mengangkat status Jagara sebagai Desa EKI. Media juga diharapkan dapat memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki desa, termasuk destinasi wisata, produk UMKM, pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap teman-teman media tidak hanya memberitakan bahwa Jagara merupakan Desa EKI. Lebih dari itu, kami ingin ada cerita tentang apa yang menarik di Jagara, apa yang bisa dikunjungi, apa yang bisa dibeli, siapa pelaku usahanya dan bagaimana masyarakatnya berkembang,” ujarnya.
Editor: Rebecca