Elemen dari Cirebon Serukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Evaluasi Gerakan dan Satukan Barisan
CIREBON, iNewsCirebon.id– Presidium Parlemen Bayangan Indonesia sekaligus Ketua Alumni UGM Cirebon Raya, Heru Subagia, mengapresiasi keberanian dan keberhasilan Botok bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang dinilai telah mampu membawa aspirasi masyarakat hingga diterima pimpinan DPR.
Menurut Heru, keberhasilan tersebut menjadi langkah penting karena sejumlah agenda politik dan tuntutan masyarakat yang dibawa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu telah tersampaikan secara langsung di lingkungan parlemen.
“Sekali lagi kita apresiasi tekad, keberanian dan kesuksesan Mas Botok bersama teman-teman Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Mereka sudah berhasil diterima Wakil Ketua DPR dan menyampaikan 17 agenda politik serta tujuan gerakannya,” ujar Heru, Minggu (30/8/2026)
Namun, di balik apresiasi tersebut, Heru menyampaikan catatan sekaligus imbauan kepada Botok dan seluruh elemen Aliansi Masyarakat Pati Bersatu untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap langkah gerakan yang telah dilakukan.
Heru menilai, setelah sejumlah agenda dan kesepakatan politik disampaikan kepada DPR, perlu ada evaluasi dan peninjauan kembali terhadap keberadaan aliansi tersebut, termasuk kemungkinan untuk membubarkan wadah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sebagai sebuah gerakan lokal.
Menurutnya, pembubaran bukan berarti menghentikan perjuangan, melainkan menjadi momentum untuk membangun wadah gerakan yang lebih luas dan mampu mewakili aspirasi masyarakat serta aktivis dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan pertimbangan yang seksama, saya mendesak Mas Botok dan teman-teman Aliansi Masyarakat Pati Bersatu untuk melakukan evaluasi dan, bila telah disepakati bersama, segera membubarkan aliansi tersebut,” tegasnya.
Heru mengatakan, setelah itu seluruh elemen gerakan dapat kembali duduk bersama untuk merancang agenda perjuangan yang lebih besar, terorganisasi dan memiliki tujuan nasional.
Ia membuka ruang kolaborasi kembali dengan Botok dan berbagai kelompok gerakan lainnya untuk merumuskan tindakan kolektif berdasarkan satu tujuan dan semangat kebersamaan.
“Kita akan merangkul kembali, berkolaborasi dan duduk bersama dengan Mas Botok serta teman-teman gerakan lainnya. Kita rancang, kita rumuskan dan kita lakukan tindakan kolektif berdasarkan satu tujuan dan kebersamaan,” katanya.
Heru menilai, perjuangan ke depan tidak seharusnya hanya menjadi agenda satu kelompok atau satu daerah. Menurutnya, isu yang diperjuangkan harus mampu menjadi seruan politik nasional yang melibatkan masyarakat, mahasiswa, aktivis dan berbagai komponen bangsa.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapikan barisan dan menyatukan tujuan dalam memperjuangkan agenda perubahan fundamental terhadap tata kelola pemerintahan.
Salah satu agenda yang disebut Heru adalah pemberantasan korupsi dan perampasan aset hasil tindak pidana korupsi. Selain itu, ia juga menyoroti wacana hukuman mati bagi koruptor yang menurutnya perlu kembali dibicarakan dan diperjuangkan secara terbuka.
“Yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pemberantasan korupsi dan perampasan aset koruptor. Satu lagi yang kemarin kemungkinan lupa disuarakan secara maksimal, yaitu hukuman mati bagi koruptor,” ujarnya.
Heru menegaskan, perjuangan tersebut harus dilakukan melalui gerakan masyarakat yang terorganisasi dan mengedepankan kedamaian. Ia mengajak masyarakat, mahasiswa, aktivis dan seluruh komponen bangsa untuk menyampaikan aspirasi secara konstitusional tanpa mengedepankan tindakan anarkis.
Menurutnya, apabila diperlukan, berbagai elemen masyarakat dapat kembali mendatangi dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR dengan cara-cara damai serta membawa agenda yang telah dirumuskan secara bersama.
“Kita harus meninggalkan anarkisme. Kalau nanti seluruh elemen sepakat untuk kembali mendatangi DPR, maka kita datang bersama-sama secara damai dengan membawa sejumlah agenda besar yang sudah terorganisasi dan menjadi kebulatan tekad bersama,” kata Heru.
Ia menambahkan, gerakan tersebut tidak boleh menjadi milik individu maupun satu aliansi tertentu. Gerakan harus dibangun atas kesadaran bersama dan mewakili aspirasi masyarakat luas.
“Ini bukan hanya keputusan saya, bukan hanya keputusan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, tetapi harus menjadi keputusan bersama yang dapat mewakili masyarakat Indonesia, aktivis, mahasiswa dan seluruh komponen bangsa,” ujarnya.
Dari Cirebon, Heru menyerukan agar seluruh elemen masyarakat segera merapikan barisan, menyatukan tujuan dan kembali membangun konsolidasi nasional untuk memperjuangkan perubahan.
Ia berharap konsolidasi tersebut mampu melahirkan agenda politik nasional yang jelas, terukur dan disepakati bersama.
“Sudah saatnya kita merapikan barisan, menyatukan tujuan dan melakukan gerakan bersama yang dahsyat, tetapi tetap didasari keikhlasan, kebersamaan dan keinginan untuk mewujudkan perubahan fundamental terhadap tata pemerintahan,” pungkas Heru.
Heru menyebut perubahan tersebut mencakup pembenahan terhadap seluruh cabang kekuasaan negara, baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif, yang menurutnya membutuhkan evaluasi dan perubahan secara serius demi kepentingan masyarakat.
Editor : Rebecca