Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buku “Islam Ala Prabowo” Jadi Sorotan, Pengamat: Jangan Reduksi Kepemimpinan dari Simbol Agama
Advertisement . Scroll to see content

Wujudkan Asta Cita Presiden, Pembinaan Ekonomi Warga Menjangkau Gang Sempit hingga Desa Terjauh

Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:51 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Wujudkan Asta Cita Presiden, Pembinaan Ekonomi Warga Menjangkau Gang Sempit hingga Desa Terjauh
Membangun ekonomi rakyat dari tingkat akar rumput merupakan kunci utama untuk mengikis ketimpangan dan memperkuat kemandirian bangsa. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsCirebon.id - Membangun ekonomi rakyat dari tingkat akar rumput merupakan kunci utama untuk mengikis ketimpangan dan memperkuat kemandirian bangsa. Sejak tahun 1999 di era Presiden ke-3 Republik Indonesia hingga memasuki masa pemerintahan Presiden ke-8, Prabowo Subianto, upaya menghidupkan usaha kecil terus dijalankan secara konsisten. Langkah ini bukan sekadar urusan transaksi finansial, melainkan tugas sosial untuk menyalakan asa bagi para pelaku usaha mikro yang kerap tumbuh jauh dari pusat perhatian dan keramaian kota.

Upaya memperkuat perekonomian masyarakat ini terus diperluas agar pelayanan negara dapat mengetuk lebih banyak pintu di pelosok Nusantara. Lewat pendekatan berbasis komunitas, pendampingan ekonomi hadir dalam wujud yang sangat dekat dan mudah dijangkau. Kehadiran tersebut terasa nyata melalui pertemuan kelompok yang sederhana, perbincangan hangat di teras rumah, serta bimbingan yang setia menemani perempuan prasejahtera dalam merawat usahanya.

Suntikan modal usaha hanyalah langkah awal dari proses panjang ini. Kunci perubahan sejati justru terletak pada tumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian warga untuk bertransformasi. Dari jemari tangguh para ibu, usaha skala ultra mikro mulai menetas dan berkembang, dapur rumah tangga tetap dapat menyala, dan masa depan anak-anak secara perlahan menemukan jalan yang lebih cerah.

Semangat pemberdayaan inilah yang terus dirawat dan dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program unggulannya, Mekaar. Berkolaborasi dengan Danantara Indonesia, inisiatif tersebut terus diperluas untuk menghadirkan dampak nyata bagi jutaan keluarga prasejahtera. Langkah ini sejalan dengan pemikiran besar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang mendorong seluruh BUMN untuk berkontribusi lebih di samping mengejar keuntungan.

"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan,” terang Dony.

Direktur Utama perusahaan, Kindaris, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam membangun ekonomi warga sebenarnya berada pada ketangguhan para nasabah itu sendiri. Keteguhan para ibu rumah tangga yang memilih untuk bangkit dan bekerja dalam berbagai keterbatasan menjadi motor penggerak utama perubahan di tingkat keluarga.

“Kami membersamai sebagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh,” ujar Kindaris.

Langkah memperkuat ekonomi warga dan UMKM dari daerah terluar ini seirama dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Membangun usaha ultra mikro di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menjadi bukti bahwa pembangunan yang bermakna tak hanya dilihat dari megahnya gedung-gedung di kota besar, melainkan dari semakin banyaknya keluarga di pelosok negeri yang mampu berdiri tegak dan mandiri di atas usahanya sendiri.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut