Pelatihan Vokasi Nasional Kota Cirebon Bekali Ratusan Peserta dengan Kompetensi Siap Kerja
CIREBON, iNewsCirebon.id - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Pelatihan Vokasi Nasional. Sebanyak 112 peserta mengikuti pembukaan dan pembekalan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 serta pelatihan soft skill bagi peserta Batch 2 yang digelar di Mall UMKM Kota Cirebon, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Iing Daiman menegaskan bahwa ijazah saja tidak lagi menjadi jaminan memperoleh pekerjaan. Menurutnya, dunia industri kini lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan lapangan.
"Pelatihan vokasi menjadi jembatan antara kemampuan masyarakat dengan kebutuhan dunia usaha. Karena itu, program yang diberikan disusun berdasarkan peluang ekonomi yang berkembang di Kota Cirebon," ujarnya.
Lima bidang pelatihan yang dibuka pada Batch 3 meliputi Digital Marketing, Teknisi Telepon Seluler, Pembuatan Roti dan Kue, Operator Menjahit, serta Peracikan Minuman Kopi. Seluruh program tersebut dipilih karena dinilai memiliki prospek kerja dan peluang usaha yang cukup besar.
Selain kemampuan teknis, peserta juga dibekali soft skill seperti kedisiplinan, etika kerja, kemampuan beradaptasi, komunikasi, hingga semangat belajar agar mampu bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma'ruf Nuryasa, mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Cirebon saat ini masih berada di angka 6,41 persen atau hampir 12 ribu pencari kerja. Karena itu, pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran.
Ia menjelaskan, minat masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pada Batch 2 tercatat 291 pendaftar untuk dua jenis pelatihan, dengan 259 peserta lolos seleksi. Sedangkan Batch 3 diikuti 708 pendaftar, dan 376 orang dinyatakan memenuhi syarat mengikuti lima program pelatihan.
Rinciannya, 108 peserta mengikuti pelatihan peracikan minuman kopi, 98 peserta pembuatan roti dan kue, 77 peserta digital marketing, 66 peserta operator menjahit, serta 27 peserta teknisi telepon seluler.
Menurut Ma'ruf, keberhasilan pelatihan bukan hanya diukur dari jumlah peserta maupun sertifikat yang diperoleh, tetapi dari kemampuan peserta mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, membuka usaha, hingga menciptakan lapangan kerja baru.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon juga membangun ekosistem ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi, job fair, layanan penempatan kerja, serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dalam Cirebon Job Fair Online terbaru, sebanyak 42 perusahaan menyediakan lebih dari 1.300 lowongan pekerjaan.
Pembekalan soft skill dalam pelatihan ini melibatkan DKUKMPP Kota Cirebon, Apindo, dan Bank Indonesia. Peserta memperoleh materi mengenai kewirausahaan, budaya kerja industri, legalitas usaha, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap lahir tenaga kerja yang kompeten, adaptif, serta mampu menjadi wirausaha dan inovator yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Editor: Rebecca