Meneladani Jejak Mbah Kuwu Sangkan, Ratusan Kuwu Cirebon Rawat Sejarah dan Warisan Leluhur
Ia berharap seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para kuwu di Kabupaten Cirebon, menjadikan semangat perjuangan Mbah Kuwu Sangkan sebagai pedoman dalam membangun desa yang maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
"Warisan terbesar Mbah Kuwu bukanlah bangunan atau kekuasaan, melainkan keteladanan. Semangat pengabdian, persatuan, kerukunan, dan gotong royong itulah yang harus terus diwariskan agar Kabupaten Cirebon menjadi daerah yang aman, makmur, dan sejahtera," katanya.
Bagi masyarakat Cirebon, nama Mbah Kuwu Sangkan tidak hanya tercatat dalam lembaran sejarah. Sosoknya menjadi simbol awal terbentuknya peradaban di Tanah Caruban. Dari wilayah yang dahulu masih berupa hutan dan rawa, lahirlah sebuah kawasan yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan, kebudayaan, dan penyebaran agama Islam di pesisir utara Jawa bersama Pangeran Cakrabuana hingga mencapai masa kejayaan pada era Sunan Gunung Jati.
Karena itu, setiap langkah ziarah yang dilakukan para kuwu bukan sekadar perjalanan menuju makam leluhur. Ia adalah perjalanan batin untuk kembali memahami akar jati diri Cirebon, bahwa kemajuan sebuah daerah tidak pernah lepas dari penghormatan terhadap sejarah dan keteladanan para pendahulunya.
Kuwu Desa Sirnabaya, Rawin, menilai kegiatan haul menjadi ruang mempererat persaudaraan antarkuwu sekaligus menguatkan komitmen dalam mengemban amanah masyarakat.
"Semoga kami semua diberikan kekuatan untuk menjaga amanah, mempererat silaturahmi, serta mampu meneladani kepemimpinan Mbah Kuwu Sangkan yang bijaksana, sederhana, rendah hati, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Nilai-nilai itu harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman," tuturnya.
Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak, Haul Mbah Kuwu Sangkan menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh memutus hubungan dengan akar sejarah. Sebaliknya, sejarah harus menjadi cahaya yang menerangi langkah para pemimpin dalam membangun desa.
Melalui doa, ziarah, dan penghormatan kepada para leluhur, ratusan kuwu Kabupaten Cirebon menegaskan satu pesan penting: membangun masa depan akan selalu lebih kokoh apabila berpijak pada nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Dari Mbah Kuwu Sangkan, mereka belajar bahwa seorang pemimpin sejati bukan dikenang karena kekuasaannya, melainkan karena pengabdian dan manfaat yang ditinggalkannya bagi masyarakat sepanjang zaman.
Apabila ditujukan untuk media massa, naskah ini sudah dibuat lebih bernuansa budaya, historis, dan reflektif, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga diajak memahami makna perjuangan serta keteladanan Mbah Kuwu Sangkan dalam sejarah lahirnya Cirebon.
Editor: Rebecca