Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Enam Bulan Digembleng, Kader Posyandu di Empat Desa Ikuti Gebyar Posmart Cirebon Power
Advertisement . Scroll to see content

Dewan Energi Nasional Apresiasi Cirebon Power, Dinilai Jadi Role Model Pengelolaan PLTU di Indonesia

Senin, 15 Juni 2026 | 21:35 WIB
  • author Riant Subekti
Dewan Energi Nasional Apresiasi Cirebon Power, Dinilai Jadi Role Model Pengelolaan PLTU di Indonesia
Cirebon Power mendapat apresiasi dari Dewan Energi Nasional (DEN). (Foto : Riant Subekti).

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi Supercritical (SC) dan Ultra Super Critical (USC) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi. Bahkan, Cirebon Power disebut tengah mengkaji penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Perusahaan ini menunjukkan kepedulian yang serius terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan,” katanya.

Selain aspek operasional, Sripeni mengapresiasi berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan perusahaan, mulai dari penanaman mangrove, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelatihan bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, penerimaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

“Jika pengembang pembangkit swasta atau IPP bisa menjalankan program seperti ini, tentu sangat baik bagi keberlanjutan usaha dan lingkungan,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan anggota DEN lainnya, Muhammad Kholid Syeirazi. Ia menilai Cirebon Power berhasil menerapkan teknologi pembangkit berbasis batu bara yang lebih efisien dan rendah emisi tanpa mengabaikan target dekarbonisasi nasional.

“Kami melihat penerapan teknologi Ultra Super Critical di sini sudah sangat maju. Teknologi ini mampu memberikan pengurangan emisi yang signifikan dibanding pembangkit konvensional,” katanya.

Kholid menambahkan, peran Cirebon Power juga sangat strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik di sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali). Di sisi lain, perusahaan dinilai konsisten menjalankan program keberlanjutan lingkungan.

Ia mencontohkan program penanaman hampir 200 ribu pohon mangrove yang telah dilakukan perusahaan, disertai pelaksanaan program CSR yang menyentuh berbagai sektor masyarakat.

“Saya melihat ini sebagai salah satu role model PLTU di Indonesia. Tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Meski Indonesia terus mendorong transisi energi, Kholid menilai PLTU masih dibutuhkan sebagai pembangkit beban dasar untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Karena itu, penerapan teknologi yang mampu menekan emisi menjadi langkah penting dalam mendukung agenda dekarbonisasi.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan yang diberikan anggota DEN selama kunjungan berlangsung.

Menurut Joseph, diskusi yang berlangsung juga menyoroti tantangan pasokan batu bara yang belakangan mengalami penurunan di sejumlah pembangkit listrik.

“Kami berharap berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan energi nasional, terutama terkait keberlanjutan pasokan batu bara,” katanya.

Untuk menjaga keandalan operasional pembangkit, Cirebon Power terus berkoordinasi dengan para pemasok sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sumber pasokan baru.

“Kami terus berdiskusi dengan supplier untuk meningkatkan pasokan batu bara dan menjajaki alternatif pemasok lainnya agar kebutuhan operasional tetap terjaga,” ujar Joseph.

Editor: Rebecca

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut