Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Senjata Polisi Dirampas OTK di Pasar Ilaga, Pelaku Kabur ke Markas KKB di Distrik Gome Utara   
Advertisement . Scroll to see content

Penembakan di Jayawijaya Tewaskan 3 Pegawai Pertanian, Pengamat Soroti Keamanan

Sabtu, 12 September 2026 | 09:52 WIB
  • author Riant Subekti
Penembakan di Jayawijaya Tewaskan 3 Pegawai Pertanian, Pengamat Soroti Keamanan
Satgas Damai Cartenz mengevakuasi korban penembakan KKB di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

CIREBON, iNewsCirebon.id— Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok bersenjata saat meninjau program cetak sawah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban masing-masing berinisial AAM (35), dokter hewan; AR (49), Kepala Bidang Peternakan; dan WB (24), pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan, para korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Polisi kini memburu kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Peristiwa ini mendapat sorotan dari pengamat politik dan kebijakan ekonomi, Heru Subagia,  Ia mengecam keras penembakan tersebut dan menilai negara harus memberikan perhatian serius terhadap keselamatan aparatur yang menjalankan tugas di wilayah rawan konflik.

Menurut Heru, ketiga korban tengah menjalankan program ketahanan pangan untuk masyarakat Papua. Karena itu, tragedi tersebut tidak hanya menyangkut persoalan keamanan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem perlindungan bagi aparatur negara.

"Jangan hanya melihat siapa pelakunya. Negara juga harus menjelaskan bagaimana perlindungan terhadap aparatur yang ditugaskan di wilayah konflik," ujar Heru, Jum'at (11/9/2026) 

Ia pun mendesak DPR RI segera memanggil Presiden dan jajaran terkait untuk meminta penjelasan mengenai kondisi keamanan di Papua Pegunungan serta pertanggungjawaban negara atas gugurnya tiga pegawai tersebut.

"Ini menyangkut keselamatan warga negara dan aparatur yang sedang menjalankan tugas. DPR harus menjalankan fungsi pengawasannya dan meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka," tegasnya.

Heru berharap pemerintah tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di wilayah rawan konflik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Editor: Rebecca

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut