Warga Segel Tower BTS di Sukapura, Keluhkan Kebisingan hingga Bayang-Bayang Roboh
Warga juga menuding proses berdirinya tower sejak awal tidak pernah melibatkan masyarakat sekitar. Mereka mengaku keberatan karena izin disebut diberikan sepihak tanpa persetujuan seluruh warga terdampak.
Keluhan serupa disampaikan Namini, warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar empat meter dari tower BTS. Ia mengaku suara bising mesin genset sangat terasa terutama pada malam hari dan mengganggu waktu istirahat warga.
Sebagai ibu hamil, Namini juga mengaku cemas dengan dampak lingkungan dan keselamatan akibat keberadaan tower di tengah permukiman padat.
“Kalau malam suara mesinnya kedengeran terus. Kami juga khawatir soal radiasi dan takut kalau terjadi sesuatu seperti roboh. Saya berharap tower ini tidak diperpanjang lagi,” ungkapnya.
Kekesalan warga semakin memuncak lantaran kompensasi yang disebut diberikan selama tower berdiri dinilai tidak transparan. Warga mengaku berbagai keluhan yang disampaikan selama bertahun-tahun tidak pernah mendapat respons serius.
Merasa diabaikan, warga akhirnya sepakat melakukan penyegelan agar tower BTS tersebut tidak lagi beroperasi di tengah lingkungan permukiman mereka.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat, perusahaan pengelola tower maupun pemilik lahan terkait tuntutan warga tersebut.
Editor : Rebecca