Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Cirebon Diselidiki, Aparat Lakukan Pendampingan Intensif
CIREBON,iNewsCirebon.id – Dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali mencuat di Kota Cirebon dan memicu keprihatinan masyarakat. Peristiwa ini menimpa seorang balita laki-laki berinisial ADP (5), warga Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena terduga pelaku merupakan orang dekat korban, yakni ayah kandungnya sendiri berinisial AAC. Kondisi tersebut menambah luka mendalam, mengingat keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak.
Perkara ini pertama kali terungkap setelah nenek korban berinisial DS melaporkan dugaan tersebut kepada aparat setempat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bersama sejumlah instansi langsung melakukan penanganan awal. Pemeriksaan awal digelar di Kantor Kelurahan Sunyaragi pada Jumat (1/5/2026), dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Sejumlah unsur yang turut hadir di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon, lembaga perlindungan anak, aparat kelurahan, hingga kader PKK. Keterlibatan lintas sektor ini bertujuan memastikan penanganan berjalan komprehensif.
Pendampingan terhadap korban dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek psikologis hingga bantuan hukum. Langkah ini dinilai penting guna menjaga kondisi mental korban serta memastikan hak-haknya tetap terlindungi selama proses berlangsung.
Setelah melalui tahap awal penanganan, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Polres Cirebon Kota untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Babinsa setempat, Sertu Supriyono, menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama yang menyangkut keselamatan anak. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara warga dan aparat dalam mengungkap kasus serupa.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Lingkungan yang aman serta komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Maraknya kasus serupa di wilayah Cirebon juga menjadi alarm bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem perlindungan anak agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Editor : Rebecca