get app
inews
Aa Text
Read Next : Suara Anak Kota Cirebon 2026 Menggema di Musrenbang: Dorong Pendidikan dan Perlindungan Anak

TKA Perdana Berbasis Digital di Kota Cirebon, Siswa SD Ujian Pakai Laptop dan Token Khusus

Senin, 20 April 2026 | 12:57 WIB
header img
Pelaksanaan TKA hari pertama di SDN Kartini Kota Cirebon. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id – Suasana berbeda terlihat pada hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar di Kota Cirebon, Senin (20/4/2026). Di SDN Kartini 1 Kota Cirebon, para siswa tak lagi mengerjakan soal di atas kertas, melainkan langsung melalui perangkat laptop dengan sistem berbasis digital.

Sejak pagi, ruang kelas tampak tertata rapi dan kondusif. Para siswa berseragam merah putih duduk di depan laptop masing-masing, mengikuti arahan pengawas yang lebih dulu menyampaikan tata tertib sebelum ujian dimulai.

Pelaksanaan TKA kali ini juga dilengkapi sistem token khusus sebagai akses masuk ke soal ujian. Token tersebut ditampilkan melalui layar proyektor dan digunakan secara serentak oleh peserta sebelum mengerjakan soal.

Menariknya, sebelum ujian dimulai, seluruh siswa diajak berdoa bersama. Momen tersebut menciptakan suasana khidmat sekaligus menenangkan, di tengah penerapan sistem ujian yang relatif baru bagi mereka.

Sejumlah siswa tampak melakukan persiapan kecil, mulai dari merapikan posisi laptop hingga memastikan perangkat seperti mouse pad siap digunakan. Hal ini mencerminkan kesiapan mereka menghadapi ujian berbasis teknologi.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Komalasari, yang melakukan pemantauan langsung, menjelaskan bahwa TKA merupakan program nasional untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara menyeluruh.

“TKA bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia sebagai dasar perbaikan pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil TKA juga memiliki peran dalam proses seleksi pendidikan, khususnya pada jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. “Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah. TKA hanya bagian dari asesmen pemerintah,” katanya.

Untuk jenjang SD, materi yang diujikan difokuskan pada dua bidang utama, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia, sebagai indikator kemampuan literasi dan numerasi.

Dalam prosesnya, BBPMP turut mengawal pelaksanaan sejak tahap perencanaan, termasuk memastikan kesiapan sarana prasarana, koordinasi dengan dinas pendidikan, hingga pelaksanaan simulasi dan gladi bersih.

Pelaksanaan TKA berbasis digital ini menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan menuju model yang lebih modern dan terukur. Pemerintah berharap, melalui hasil pemetaan ini, kebijakan pendidikan ke depan dapat lebih tepat sasaran, termasuk dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut