Temui JK, Dubes Iran Sebut Ada Bayi Usia 3 Bulan Jadi Korban Serangan Zionis Israel-AS
JAKARTA, iNewsCirebon.id - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menemui Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), di Markas Pusat PMI, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi menyampaikan laporan singkat mengenai dampak serangan yang dilakukan Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
"Kami melaporkan bahwa sekarang korban perang di negara kami yang paling senior dan paling tua adalah berusia 88 tahun, sedangkan yang paling muda adalah seorang balita yang hanya berusia 3 hari," ujarnya pada wartawan, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, imbas serangan zionis Israel-AS, setidaknya ada sebanyak 250 anak menjadi korban serangan tidak manusiawi tersebut. Belum lagi orang dewasa, yang mana rata-rata korban merupakan masyarakat sipil.
"Bahwa 250 anak-anak menjadi korban sampai dengan sekarang di negara kami atas serangan Amerika Serikat dan zionis Israel terhadap negara kami. Korban sebagian besar berasal dari kalangan sipil," tuturnya.
Dia menerangkan, secara materiil, puluhan ribu rumah warga mengalami kerusakan, infrastruktur sipil, sekolah, termasuk warisan budaya turut rusak imbas serangan Israel-AS. Maka itu, pihaknya mewakili Iran menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan PMI terhadap warga Iran terdampak perang.
"Berkaitan perang yang dipaksakan oleh zionis Israel dan Amerika Serikat kepada kami dan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap warga sipil di Iran, puluhan ribu rumah masyarakat dan infrastruktur sipil menjadi rusak. Begitu banyak keluarga dan anak-anak yang tidak berdosa, masyarakat sipil menjadi syahid," bebernya.
"Musuh kami telah membuktikan dalam serangan yang kejinya terhadap negara kami, rumah sakit, sekolah, warisan budaya, berbagai infrastruktur lain dijadikan target dalam langkahnya yang tidak manusiawi," kata Dubes Iran lagi.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta