get app
inews
Aa Text
Read Next : Video Viral Momen Haru Orang Tua Asal Indonesia Antar Putrinya Gabung Tentara AS

Viral Video Mbak Rara Pawang Hujan Diusir Saat Prosesi Labuhan Keraton Jogja

Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:43 WIB
header img
Viral video Mbak Rara pawang hujan di prosesi Labuhan Keraton Jogja. Foto: Dok feedgramindo/Instagram

CIREBON, iNewsCirebon.id - Sebuah video yang kini viral di media sosial memperlihatkan Rara Istiati Wulandari, yang dikenal sebagai pawang hujan atau Mbak Rara, berada dalam prosesi adat Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Narasi dalam unggahan itu sempat menyebutkan bahwa Mbak Rara “diusir” oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta saat mengikuti rangkaian acara yang memiliki nilai sakral tersebut.

Namun, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menegaskan klarifikasi atas insiden yang beredar itu. Menurut Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono, seluruh pelaksanaan Hajad Dalem Labuhan pada Senin (19/1/2026) di Pantai Parangkusumo sepenuhnya dijalankan oleh abdi dalem Keraton.

Kehadiran publik memang diperbolehkan untuk menyaksikan prosesi, namun setiap pihak luar yang ingin terlibat dalam agenda adat wajib mengantongi izin resmi terlebih dahulu.

Dalam video yang beredar, Mbak Rara tampak mengenakan kebaya hitam dan jarik batik lengkap dengan sanggul, sehingga penampilannya sempat tampak mirip abdi dalem.

Dia terlihat sedang berbicara dengan abdi dalem sambil memegang ponsel. Meski begitu, Keraton tidak secara eksplisit menyebutnya sebagai tindakan pengusiran. Intinya, pihak luar tidak secara otomatis berhak mengintervensi prosesi yang dijalankan menurut aturan adat yang berlaku.

Sementara itu, Mbak Rara menyebutkan bahwa dia datang atas undangan dari seorang yang disebut Romo Rekso dan mengaku bersedia membantu demi menjaga kelancaran acara budaya tersebut, meski akhirnya tidak diakui secara resmi sebagai peserta penting dalam prosesi.

Prosesi Labuhan sendiri merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem yang dilakukan Keraton Jogja dalam rangka memperingati Tingalan Jumenengan Dalem atau ulang tahun kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Secara budaya, labuhan adalah ritual simbolis untuk membuang hal-hal negatif dan memohon berkah dengan melabuhkan ubarampe tertentu ke laut.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut