get app
inews
Aa Text
Read Next : Warganet Ancam Boikot Jakarta Fashion Week 2026 Gegara Azizah Salsha Tampil

Viral! Perkelahian 4 Pelajar SMP–SMA di Cianjur Ala Gladiator, 1 Orang Patah Tulang

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:05 WIB
header img
Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya video aksi kekerasan yang melibatkan pelajar SMP dan SMA di wilayah selatan Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa).

CIANJUR, iNewsCirebon.id – Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya video aksi kekerasan yang melibatkan pelajar SMP dan SMA di wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Rekaman berdurasi 49 detik itu memperlihatkan perkelahian dua lawan dua yang berlangsung brutal.

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang siswa SMA terluka parah berupa patah tulang pada kaki kanan. Korban terluka setelah ditabrak sepeda motor oleh lawannya saat berusaha menyelamatkan diri.

Menindaklanjuti viralnya video itu, polisi segera melakukan penyelidikan. Dalam rekaman terlihat dua pelajar SMA asal Sindangbarang terkapar di tanah sambil menerima pukulan berulang kali.

Polisi juga menyesalkan adanya provokasi dari sejumlah orang di lokasi kejadian yang justru memperkeruh situasi, sebelum akhirnya perkelahian tersebut dihentikan oleh perekam video.

Berdasarkan hasil penyelidikan, duel pelajar tersebut terjadi di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, pada Sabtu (17/1/2026) malam.

Insiden bermula ketika sekelompok siswa SMP dari Cibinong menantang pelajar SMA di Sindangbarang. Kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di lokasi yang sepi untuk melakukan perkelahian.

“Benar telah terjadi duel antarpelajar. Siswa SMP dari Cibinong melawan siswa SMA dari Sindangbarang,” kata Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, Selasa (20/1/2026).

Meski banyak pelajar berada di lokasi, polisi memastikan hanya empat orang yang terlibat langsung dalam perkelahian fisik. Namun, ketegangan berlanjut setelah duel berakhir ketika pelajar SMP mengejar korban.

“Salah satu pelajar SMP menabrak siswa SMA dari arah belakang menggunakan sepeda motor, sehingga korban mengalami patah tulang kaki kanan,” ujar AKP Dadang.

Saat ini, polisi telah mengantongi identitas tujuh orang yang diduga terlibat dan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain.

Polsek Sindangbarang juga memanggil pihak sekolah serta orang tua para siswa guna dimintai keterangan.

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, menegaskan bahwa proses hukum tetap dilakukan dengan mempertimbangkan usia para pelaku yang masih di bawah umur.

“Karena korban, saksi, dan pelaku masih anak-anak, penanganannya akan mengacu pada sistem peradilan pidana anak dan menjadikan proses hukum sebagai upaya terakhir,” tegasnya.

Langkah tersebut diambil agar memberikan efek jera tanpa mengabaikan hak-hak anak sesuai aturan yang berlaku. 

Polisi juga mengimbau sekolah dan orang tua agar meningkatkan pengawasan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut