Di Balik Ricuhnya Demo Cirebon, Wahyu Raup Rezeki dari Botol Bekas

CIREBON, iNewsCirebon.id - Di tengah riuh teriakan massa dan kepulan asap yang menyelimuti Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (30/8/2025), seorang pria paruh baya tampak sibuk mengais botol plastik bekas yang tercecer di antara kerumunan. Dialah Wahyu (55), warga Plered, Kabupaten Cirebon, yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari barang-barang bekas.
Meski suasana mencekam, Wahyu tetap bersemangat. “Kalau ada demo begini, saya bisa dapat tiga kali lipat dari biasanya. Banyak botol air mineral berserakan,” ungkapnya sambil memasukkan beberapa botol ke dalam karung lusuh yang selalu ia bawa.
Bagi Wahyu, keramaian justru mendatangkan berkah. Rasa waswas bercampur takut seakan kalah oleh kebutuhan hidup yang terus mendesak. Ia mengaku, hasil memulung di hari biasa sering kali tidak cukup untuk kebutuhan dapur, namun kali ini lain cerita.
Hal serupa juga dirasakan Marni (42) pedagang air mineral dan es yang berjualan di sekitar Jalan Siliwangi. “Alhamdulillah laris, banyak yang beli. Panas, capek, jadi mereka butuh minum,” kata Marni yang dagangannya ludes lebih cepat dari biasanya.
Namun di balik rezeki yang dirasakan Wahyu dan Marni, aksi demonstrasi di Cirebon berlangsung ricuh. Ribuan massa turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis di Jakarta beberapa hari sebelumnya.
Amarah massa memuncak. Gedung DPRD Kota Cirebon dirusak, sejumlah fasilitas umum hancur, dan situasi sempat tak terkendali. Aparat kepolisian dari Polres Cirebon Kota bersama Brimob akhirnya turun tangan, memukul mundur massa sekaligus mengupayakan dialog. Perlahan, ketegangan mereda saat Kapolres Cirebon Kota, AKBP. Eko Iskandar menemui perwakilan masa.
Di antara riuhnya kerusuhan, kisah Wahyu menjadi potret lain, bagaimana kehidupan tetap berjalan, meski di tengah ketegangan dan ketidakpastian.
Editor : Miftahudin