Intip Fasilitas Kota Bawah Tanah di Berbagai Negara, Tempat Ibadah hingga Rumah Sakit di Dalamnya

Stefani Ira Pratiwi/Net Cirebon
.
Senin, 19 September 2022 | 11:56 WIB
Kota Bawah Tanah Didunia, Di dalamnya terdapat Fasilitas Rumah Sakit dan Penyulingan Anggur ( Foto : MNC)

JAKARTA, iNewsCirebon.id - Kota-kota  berikut terkenal misterius lantaran tak hanya lokasinya, tapi juga digunakan sebagai tempat persembunyian. Beberapa kota bawah tanah ini juga ada yang dijadikan bunker untuk berlindung dari perang. 

Meski letaknya berada di bawah tanah, namun kota-kota ini memiliki keistimewaan sendiri. Bahkan, kota ini sama seperti lainnya yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menghadapi situasi darurat. Tak ketinggalan, sekolah, tempat ibadah hingga rumah sakit terdapat di kota misterius ini. Tertarik untuk mengunjunginya? 

Berikut kota bawah tanah misterius di dunia dilansir dari berbagai sumber, Minggu (18/9/2022).

1. Derinkuyu

Terletak di Cappadocia, Turki, kota bawah tanah Derinkuyu terdiri dari komplek labirin 18 tingkat. Konon, kota ini dibangun pada abad ke-8 SM sebagai tempat perlindungan selama periode perang.

Kota ini baru ditemukan kembali pada 1963. Lalu di 1965, Derinkuyu baru dibuka untuk umum namun hanya 10 persen bagian dari kota ini yang dapat diakses oleh pengunjung. Kota Derinkuyu sama seperti layaknya kota pada umumnya.

Di sana dapat ditemukan rumah, tempat ibadah, kilang anggur. Sebagai tempat hunian, kota ini diperkirakan dapat dihuni 20 ribu orang.

2. Naours

Kota bawah tanah Naours dibangun sekitar abad ketiga Masehi dan berada di utara Perancis. Dulunya tempat ini merupakan wilayah tambang pada masa Romawi.

Namun wilayah ini diperluas untuk menjadi sebuah hunian bawah tanah karena adanya invasi abad pertengahan yang mengancam masyarakat. Kota bawah tanah Naours terdiri dari 2 mil terowongan dan lebih dari 300 kamar buatan manusia.

Naours memiliki ruang yang cukup untuk menampung 3.000. Di sana juga terdapat gereja, kandang kuda, sumur, dan toko roti. Kota ini juga dihiasi lebih dari 2.000 potongan grafiti yang ditinggalkan oleh tentara sekutu saat Pertempuran Somme. Naours sempat ditutup selama beberapa dekade dan dibuka kembali pada abad ke-19 sebagai objek wisata. 

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini