CIREBON, iNewsCirebon.id – Pengamat politik sekaligus penggagas Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia, mengaku telah menyerahkan telepon genggam (HP) beserta kata sandinya kepada pihak yang mengaku berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN). Langkah tersebut dilakukan untuk memfasilitasi penghapusan sejumlah konten media sosial yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas negara.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Cirebon, Kamis (8/10/2026), Heru menegaskan bahwa tindakannya merupakan bentuk sikap kooperatif serta komitmennya dalam menghormati proses hukum dan menjaga kondusivitas nasional.
Heru menyatakan, dirinya bukan pihak yang memusuhi negara. Sebaliknya, ia mengaku ingin berkontribusi dalam membangun warga negara yang bertanggung jawab, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
Menurut Heru, keputusan menyerahkan perangkat komunikasi beserta kata sandinya dilandasi kepercayaan terhadap pemerintah. Ia mengaku mendapat informasi dari pihak yang mengaku sebagai utusan BIN bahwa sejumlah unggahannya dinilai berisiko bagi negara.
Heru juga mengklaim bahwa pihak tersebut menyampaikan adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang saat itu juga menjabat Menteri Pertahanan, melalui utusan dan tim teknis BIN. Namun, klaim mengenai arahan tersebut belum disertai keterangan atau konfirmasi independen dari pihak terkait.
“Ketika ada instruksi yang menurut pengakuan utusan BIN berasal dari Pak Prabowo, saya merespons secara positif. Karena itu, HP beserta kata sandinya saya serahkan agar proses penghapusan konten dapat dilakukan,” ujar Heru dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, proses penghapusan konten berlangsung pada 8 September 2026, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Kegiatan tersebut, menurut pengakuannya, melibatkan tim teknologi informasi (IT) yang didampingi teknisi yang disebutnya berasal dari BIN.
Heru menyebut sekitar 13 konten di Facebook, TikTok, dan platform lainnya menjadi sasaran penghapusan. Selain itu, terdapat puluhan konten lain yang disebut tersebar di sejumlah platform media sosial.
Menurut dia, proses tersebut dilakukan dengan memberikan akses terhadap perangkat komunikasi miliknya agar konten yang menjadi sasaran dapat ditangani secara terarah.
Melalui pernyataan tersebut, Heru berharap langkah yang diambilnya dapat meluruskan kesalahpahaman di ruang publik sekaligus menunjukkan sikap kooperatif dalam mendukung upaya menjaga keamanan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa gagasan, pemikiran, dan tindakan yang dilakukannya merupakan inisiatif pribadi, bukan atas afiliasi atau dukungan pihak internasional maupun lembaga atau perorangan tertentu.
Hingga berita ini disusun, klaim mengenai keterlibatan BIN, pendampingan teknisi, serta arahan yang disebut berasal dari Presiden Prabowo masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
