Ia menilai, pemberian becak listrik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, bantuan tersebut perlu dilanjutkan dengan program pemberdayaan yang lebih luas dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.
"Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang paling penting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan bisa menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudarwo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon, relawan, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan penyerahan bantuan.
Ia berpesan kepada para penerima agar menggunakan dan merawat becak listrik tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, setiap penerima telah mendapatkan panduan mengenai penggunaan, pemeliharaan, serta tata cara pengisian baterai.
Untuk mendukung perawatan dan perbaikan, YGSN telah bekerja sama dengan produsen Viar. Para penerima dapat membawa becak listrik yang mengalami kerusakan ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon untuk mendapatkan layanan perbaikan sesuai ketentuan program.
"Kami menaruh hormat kepada bapak-bapak yang meskipun sudah lanjut usia masih terus berjuang untuk keluarga. Kami memahami tentu tidak mudah. Karena itu, mudah-mudahan bantuan ini setidaknya dapat meringankan tenaga bapak-bapak dalam bekerja,” ujar Sudarwo.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
