CIREBON, iNewsCirebon.id– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pedagang bendera merah putih mengeluhkan penurunan omzet penjualan yang cukup tajam.
Kondisi tersebut dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya minat masyarakat memasang bendera, tetapi juga menjadi gambaran mengenai kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kalangan kecil dan menengah.
Seorang pedagang bendera mengaku omzet penjualannya tahun ini mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya dalam sehari mampu meraup lebih dari Rp500 ribu, kini pendapatannya hanya sekitar Rp150 ribu.
Dengan harga bendera berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per lembar, omzet Rp150 ribu berarti pedagang rata-rata hanya mampu menjual sekitar empat hingga enam bendera dalam sehari.
Padahal, menjelang HUT Kemerdekaan, para pedagang biasanya melihat momentum tersebut sebagai musim panen. Mereka berkeliling dari permukiman, kompleks perkantoran hingga kawasan usaha untuk menawarkan bendera dan berbagai perlengkapan kemerdekaan.
Bukan Sekadar Persoalan Malas
Menurut pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia, kondisi ini tidak bisa serta-merta dijadikan alasan untuk menyalahkan masyarakat yang dianggap malas atau tidak peduli memasang bendera merah putih.
“Memang kalau dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan, membeli dan memasang bendera merah putih seharusnya bukan sesuatu yang berat. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu,” ujar Heru, Sabtu (15/8/2026)
Heru menilai, kondisi ekonomi masyarakat saat ini perlu menjadi perhatian. Bagi sebagian keluarga, memasuki tahun ajaran baru, memenuhi kebutuhan rumah tangga dan berbagai pengeluaran lainnya menjadi prioritas.
Karena itu, menurunnya pembelian bendera bisa menjadi salah satu indikator kecil mengenai daya beli masyarakat.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
