Salah Kaprah Itikaf hanya Malam Ganjil, Ulama Ingatkan Pentingnya Sepuluh Malam Terakhir Secara Utuh
Konsistensi selama sepuluh hari penuh dianggap sebagai metode paling aman untuk memastikan seseorang mendapatkan keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Selain sebagai upaya mengejar Lailatul Qadar, itikaf di masjid berfungsi sebagai sarana evaluasi diri dan pembersihan jiwa dari hiruk pikuk duniawi. Dengan berdiam diri di masjid, seorang muslim dipaksa untuk memutus kontak sementara dengan urusan logistik dan pekerjaan guna mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi sebelum Ramadhan berakhir.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya memilih malam tertentu saja dalam menghidupkan masjid. Upaya maksimal di setiap malam, baik ganjil maupun genap, menjadi kunci utama agar target spiritual di akhir bulan suci ini dapat tercapai secara optimal tanpa ada satu pun malam yang terbuang sia-sia.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
