Setelah Maduro Jatuh, Trump Incar Kolombia: Presiden Gustavo Petro Punya Pabrik Kokain

Anton Suhartono, Vitrianda
Hanya berselang sehari setelah operasi kilat Delta Force menangkap Nicolas Maduro, Trump melontarkan tuduhan yang sangat eksplosif terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Foto: Ist/ New York Times

Efek Domino di Amerika Latin

Keberhasilan operasi militer AS di Venezuela nampaknya menjadi pesan peringatan bagi negara-negara tetangga. Trump mengisyaratkan bahwa Kolombia bisa saja menjadi target berikutnya jika masalah penyelundupan narkoba ini tidak segera dihentikan.

Ketegangan ini seolah menunjukkan bahwa Washington tidak lagi menggunakan jalur diplomasi meja hijau, melainkan lebih memilih pendekatan "kekuatan nyata" untuk menjaga keamanan perbatasannya.

Kuba Tak Luput dari Sasaran

Selain Kolombia, Trump juga menghujani Kuba dengan kritik tajam. Ia melabeli Kuba sebagai "negara gagal" yang kepemimpinannya telah menghancurkan ekonomi dan menyengsarakan rakyat selama berdekade-dekade.

Menariknya, Trump juga mengungkap keterlibatan mendalam intelijen Kuba dalam perlindungan rezim Maduro yang baru saja tumbang.

“Sudah menjadi rahasia umum, seluruh pengawal Maduro dan badan intelijen mereka penuh dengan orang-orang Kuba,” ungkap Trump.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network