Prabowo Akui Program Makan Bergizi Gratis Masih Banyak Kekurangan, Minta Penyeleweng Ditindak Tegas
JAKARTA, iNewsCirebon.id — Presiden Prabowo Subianto, secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini masih diwarnai berbagai kekurangan di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Negara menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk menindak tegas tanpa pandang bulu terhadap segala bentuk penyelewengan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
"MBG strategis. MBG vital. Banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka. 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung," ujar Presiden Prabowo.
Langkah pembersihan tidak hanya menyasar ranah pidana, melainkan juga sanksi tegas secara administratif. Tercatat sebanyak 353 orang telah diberhentikan secara tidak hormat akibat keterlibatan mereka dalam pelanggaran pengelolaan program MBG.
Di samping itu, proses pengawasan dan pengusutan internal terus ditingkatkan. Saat ini, Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memeriksa sekitar 2.600 orang guna menelusuri dugaan penyimpangan lainnya.
Melihat masih adanya celah dalam pelaksanaan di lapangan, Presiden menginstruksikan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk bertindak cepat serta transparan.
"Jangan ragu-ragu ya, pecat, bersihkan sampai bersih ya," tegasnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa ketegangan dalam penindakan ini sangat krusial mengingat MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah yang berdampak langsung terhadap pemenuhan gizi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi penerus.
"MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita," pungkas Prabowo.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar