200 Becak Listrik Bantuan Presiden Diserahkan kepada Pengemudi Becak di Kota Cirebon
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon memiliki tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Karena itu, Pemkot Cirebon akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk mendukung ketersediaan sarana pengisian daya bagi becak listrik.
"Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama," katanya.
Wali Kota Cirebon juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan merawat becak listrik dengan baik. Becak listrik yang telah diterima tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan. Para penerima juga diminta tidak melakukan modifikasi yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis karena dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.
"Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar. Kalau dirawat dengan baik, mudah-mudahan becak ini bisa digunakan dalam jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga," tuturnya.
Menurut Wali Kota, kehadiran becak listrik juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat. Modernisasi, kata dia, tidak seharusnya hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal.
"Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kita ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan, pemberian becak listrik tersebut merupakan bagian dari perhatian Bapak Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak lanjut usia.
Ia mengisahkan, gagasan becak listrik berawal dari keresahan Prabowo ketika melihat masih ada masyarakat lanjut usia yang harus bekerja keras menarik becak demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut Sudarwo, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad untuk merancang dan mengembangkan becak bertenaga baterai. Gagasan tersebut diarahkan agar para pengemudi becak, terutama yang sudah lanjut usia, tidak lagi harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh seperti pada becak konvensional.
"Dari keresahan itulah kemudian muncul gagasan membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya," kata Sudarwo.
Ia menyebutkan, hingga saat ini bantuan becak listrik tersebut telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diserahkan kepada para pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.
"Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan," ujarnya.
Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan tenaga para pengemudi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pendapatan harian mereka.
"Semoga bantuan ini bermanfaat, bukan hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga," katanya.
Editor : Rebecca