Profesi yang Jarang Tersorot, Petugas Pengisian Air Jaga Kenyamanan Ribuan Penumpang Kereta
CIREBON, iNewsCirebon.id– Ketika kereta api berhenti sejenak di peron, sebagian penumpang mungkin sibuk mencari camilan, mengabadikan momen, atau sekadar menikmati suasana stasiun. Namun, di sisi lain rangkaian kereta, sejumlah petugas dengan rompi keselamatan dan helm pelindung bergerak cepat. Mereka memikul tanggung jawab yang sering luput dari perhatian, yakni memastikan setiap tangki air kereta terisi penuh agar toilet tetap berfungsi selama perjalanan.
Pekerjaan itu harus dilakukan dalam hitungan menit. Begitu kereta berhenti sempurna, selang pengisian segera dipasang. Setiap detik dimanfaatkan agar proses selesai sebelum kereta kembali melanjutkan perjalanan.
Di wilayah PT KAI (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon, aktivitas tersebut berlangsung tanpa henti selama 24 jam. Pengisian air dilakukan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, dua titik yang setiap harinya melayani total 120 perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa pengisian tangki air merupakan bagian penting dari standar pelayanan sebelum kereta melanjutkan perjalanan.
"Pengisian tangki air dilakukan di stasiun awal sebelum kereta berangkat oleh petugas pencuci kereta. Sementara di stasiun antara, pengisian dilakukan oleh petugas khusus pengisian air yang telah dibekali prosedur kerja dan standar keselamatan," ujarnya, Kamis (30/7/2026)
Di Stasiun Cirebon, sebanyak 30 petugas disiagakan untuk melayani 88 perjalanan kereta api setiap hari. Sementara di Stasiun Cirebon Prujakan terdapat 24 petugas yang menangani 32 perjalanan kereta api. Mereka bekerja secara bergantian dalam tiga shift sehingga pelayanan tetap berlangsung selama 24 jam.
Meski terlihat sederhana, pekerjaan tersebut memiliki risiko tinggi. Petugas harus bekerja di atas rangkaian kereta dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap, mulai dari safety vest, safety helmet, safety shoes, hingga full body harness. Saat berada di atas kereta, mereka juga wajib menggunakan lifeline sebagai sistem pengaman untuk mencegah risiko terjatuh.
"Meski pekerjaan ini memiliki risiko, seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan. Dengan demikian, kenyamanan pelanggan selama perjalanan tetap terjaga," kata Muhibbuddin.
Setiap hari, sekitar 240.000 liter air dialirkan ke berbagai rangkaian kereta yang dilayani KAI Daop 3 Cirebon. Dari jumlah tersebut, sekitar 176.000 liter didistribusikan melalui Stasiun Cirebon dan 64.000 liter melalui Stasiun Cirebon Prujakan. Seluruh air yang digunakan telah melalui proses penyaringan sehingga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
Muhibbuddin menegaskan, keberadaan petugas pengisian air menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan kereta api.
"Toilet yang bersih dan selalu tersedia air merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang nyaman bagi pelanggan. Karena itu, kami terus memastikan seluruh proses pengisian air berjalan optimal," tuturnya.
Di balik perjalanan kereta yang nyaman, ternyata ada kerja senyap para petugas yang bergerak cepat setiap kali kereta berhenti. Berkat dedikasi mereka, ribuan penumpang setiap hari dapat menikmati perjalanan dengan fasilitas toilet yang tetap bersih, berfungsi baik, dan nyaman hingga tiba di tujuan.
Editor : Rebecca