Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Serabi, Festival Merah Putih Kesambi Jadi Panggung Kekompakan Warga
Advertisement . Scroll to see content

Dari Pawai Budaya, PORSENITAS, hingga Pesta Rakyat Depan Balai Kota pada Hari Jadi Cirebon ke 599

Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:58 WIB
  • author Riant Subekti
Dari Pawai Budaya, PORSENITAS, hingga Pesta Rakyat Depan Balai Kota pada Hari Jadi Cirebon ke 599
Kemeriahan pesta rakyat di depan balaikota Cirebon peringati hari jadi Cirebon ke 599 . Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id – Kota Cirebon memasuki usia ke-599 tahun dengan cara yang berbeda. Tidak hanya menghadirkan seremoni pemerintahan, peringatan Hari Jadi tahun ini menjelma menjadi pesta rakyat yang melibatkan budaya, olahraga, ekonomi kreatif, seni, hingga hiburan yang menyatukan masyarakat dan daerah-daerah tetangga.

Mengusung semangat "Manunggal Winangun Caruban", rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-599 berlangsung selama beberapa pekan dan menghadirkan berbagai agenda mulai dari kegiatan religius, festival budaya, pameran UMKM, olahraga, hingga konser musik rakyat yang memadati kawasan Balai Kota Cirebon.

Di usia yang hampir mencapai enam abad, Cirebon kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota persinggahan, kota budaya, sekaligus kota yang lahir dari keberagaman.

Kota Mulai Bersolek

Sejak awal Juni, suasana Hari Jadi mulai terasa. Bendera, umbul-umbul, ornamen khas Cirebon, dan dekorasi bertema Hari Jadi menghiasi kantor pemerintahan, ruang publik, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Berbagai kegiatan tingkat kelurahan dan kecamatan turut digelar sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Mulai dari kerja bakti, pentas seni, perlombaan hingga kegiatan sosial.

Nuansa kebersamaan tersebut menjadi pembuka rangkaian panjang peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599.

Budaya Menjadi Nafas Perayaan

Pawai budaya, kirab tradisi, pertunjukan seni, wayang wong, hingga pentas budaya di berbagai kecamatan menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi.

Festival Serabi yang digelar di Kecamatan Kesambi berhasil menarik perhatian masyarakat. Ratusan serabi tradisional diproduksi dan disajikan sebagai bagian dari upaya melestarikan kuliner khas Cirebon.

Pertunjukan seni tradisional di sejumlah titik kota juga memperlihatkan bahwa Cirebon tetap menjaga identitas budayanya di tengah perkembangan zaman.

PORSENITAS XIII Menjadi Magnet Baru

Salah satu agenda terbesar dalam Hari Jadi ke-599 adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (PORSENITAS) XIII serta Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA yang resmi dibuka di Balai Kota Cirebon.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antarwilayah yang tergabung dalam KUNCI BERSAMA, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.

Sebanyak 818 atlet dari 10 daerah mengikuti 14 cabang olahraga dengan 45 nomor pertandingan yang memperebutkan 366 medali.

Selain pertandingan olahraga, sebanyak 1.344 peserta ikut dalam kirab budaya dan defile yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing daerah.

Ketua Sekretariat Bersama KUNCI BERSAMA Periode 2025-2030, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan bahwa PORSENITAS bukan semata kompetisi.

"Mari kita jadikan PORSENITAS dan pameran produk UMKM ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah, memperkuat jejaring, dan yang lebih penting memperkuat silaturahmi serta persahabatan," ujarnya.

Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan utama.

"Menang kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi persahabatan yang terjalin akan menjadi kenangan dan kekuatan yang jauh lebih berharga," katanya.

UMKM Menjadi Kekuatan Kawasan

Pameran Produk Unggulan Daerah menjadi salah satu daya tarik utama. Berbagai produk UMKM, kerajinan, makanan khas, hingga ekonomi kreatif dari daerah anggota KUNCI BERSAMA dipamerkan kepada masyarakat.

Dian menyebut di balik setiap produk yang dipamerkan tersimpan cerita panjang perjuangan para pelaku usaha.

"Di balik setiap produk yang dipamerkan, tersimpan cerita-cerita panjang tentang kerja keras para pelaku UMKM, petani, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat yang tidak pernah berhenti berkarya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.

"Masa depan dibangun melalui satu kata kunci, yakni kolaborasi," tegasnya.

Cirebon dan Filosofi Caruban

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penyelenggaraan PORSENITAS memiliki makna lebih besar dibanding sekadar kompetisi olahraga.

"Melalui kegiatan ini, kita sedang membangun paradigma bahwa daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama melalui tata kelola kolaboratif," ujarnya.

Menurutnya, filosofi Caruban yang berarti perpaduan menjadi dasar penting pembangunan kawasan.

"Secara historis dan sosiologis, Caruban bermakna perpaduan. Kota Cirebon lahir dari dialektika berbagai latar belakang sosial. Karena itu, batas wilayah administrasi tidak boleh menjadi pembatas sirkulasi ekonomi, gagasan, maupun pelayanan publik," kata Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa prestasi sesungguhnya tidak hanya diukur dari banyaknya medali.

"Prestasi yang sesungguhnya adalah bergeraknya roda ekonomi masyarakat secara riil," tuturnya.

Balai Kota Menjadi Pusat Keramaian

Selama rangkaian Hari Jadi, kawasan Balai Kota Cirebon berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ribuan warga memadati area tersebut untuk menyaksikan berbagai hiburan, pameran, pertunjukan seni, dan kegiatan UMKM.

Para pedagang kecil, pelaku kuliner, dan usaha mikro memperoleh dampak ekonomi langsung dari meningkatnya kunjungan masyarakat.

Balai Kota yang biasanya menjadi pusat pemerintahan berubah menjadi ruang publik yang hidup dan penuh interaksi.

Konser Musik Menutup Kemeriahan

Puncak rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 ditutup dengan konser musik rakyat di depan Balai Kota.

Ribuan masyarakat dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu hingga Brebes memadati kawasan tersebut.

Suasana penuh kegembiraan terlihat sepanjang malam. Lampu panggung, alunan musik, serta antusiasme warga menjadi simbol bahwa Hari Jadi bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik mampu menjadi tempat bertemunya budaya, ekonomi, hiburan, dan kebersamaan.

Menatap Usia Enam Abad

Di usia ke-599, Kota Cirebon tidak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga memperlihatkan arah masa depannya.

Kolaborasi antardaerah melalui KUNCI BERSAMA, penguatan UMKM, pelestarian budaya, pengembangan olahraga, serta partisipasi masyarakat menjadi fondasi pembangunan kawasan.

Sebagai tindak lanjut, PORSENITAS XIV dan Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA tahun berikutnya disepakati akan dilaksanakan di Kabupaten Cirebon.

Hari Jadi Cirebon ke-599 akhirnya bukan sekadar peringatan usia kota. Ia menjadi ruang persatuan, kolaborasi, dan harapan menuju Cirebon yang semakin maju menjelang usia enam abad pada tahun mendatang.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut