get app
inews
Aa Text
Read Next : Kerajaan Singapura Reborn! Warga Cirebon Pamer Budaya Keren, Enggak Ada Duanya

Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Cirebon, KDM : Kota Wali yang Jadi Miniatur Pluralisme Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 | 16:27 WIB
header img
Kirab budaya dimulai dari kawasan Gedung BAT dan melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Cirebon sebelum berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan. Foto : Riant Subekti

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut kirab budaya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ikhtiar menjaga kesinambungan sejarah dan jati diri bangsa.

“Ini adalah rangkaian pagelaran napak tilas Padjadjaran melalui Kirab Mahkota Binokasih. Yang paling utama adalah bagaimana kita membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan. Masa lalu itu filosofi, histori, dan ideologi. Sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Menurut Dedi, Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang tetap hidup dan terawat hingga kini. Keberadaan keraton serta nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun menjadi bukti bahwa budaya bukan hanya cerita masa lalu, melainkan identitas masyarakat yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus tetap berpijak pada karakter budaya sendiri agar masyarakat tidak kehilangan jati diri.

“Cirebon adalah kota yang terbuka, mempertemukan pemahaman agama, sejarah, dan alam. Cirebon sesungguhnya miniatur pluralisme Indonesia. Dari kota ini kita belajar tentang Islam yang inklusif dan penuh nilai kewalian,” katanya.

Tak hanya itu, Dedi juga mengungkapkan keinginannya untuk memperkuat identitas budaya Kota Cirebon melalui penataan kawasan kota bernuansa tradisional.

“Saya ingin di setiap gang di Kota Cirebon ada gapura-gapura budaya. Kita harus mengembalikan kewibawaan Kota Cirebon sebagai kota yang memiliki sejarah dan karakter kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kirab budaya yang berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat.

“Alhamdulillah kita bersama-sama sudah menyaksikan kirab budaya yang luar biasa. Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Cirebon, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat atas perhatian dan dukungannya untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurut Effendi Edo, Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar hiburan budaya, tetapi momentum penting untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah dan warisan leluhur.

“Budaya memiliki peran penting dalam mempererat persaudaraan, menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi fondasi pembangunan Kota Cirebon di masa depan,” tuturnya.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut