Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kerajaan Singapura Reborn! Warga Cirebon Pamer Budaya Keren, Enggak Ada Duanya
Advertisement . Scroll to see content

Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Cirebon, KDM : Kota Wali yang Jadi Miniatur Pluralisme Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 | 16:27 WIB
  • author Riant Subekti
Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Cirebon, KDM : Kota Wali yang Jadi Miniatur Pluralisme Indonesia
Kirab budaya dimulai dari kawasan Gedung BAT dan melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Cirebon sebelum berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id – Gemuruh budaya dan semangat kebersamaan menyelimuti Kota Cirebon saat Kirab Mahkota Binokasih digelar dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda, Minggu malam (10/5/2026). Tradisi sakral bertajuk Napak Tilas Padjadjaran “Mahkota Bertahta Cinta” itu menjadi simbol kuat pelestarian sejarah, budaya, sekaligus peneguhan Cirebon sebagai kota pluralisme dan warisan peradaban Sunda.

Kirab budaya dimulai dari kawasan Gedung BAT dan melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Cirebon sebelum berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan. Ribuan masyarakat tampak memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan iring-iringan budaya yang sarat nilai historis dan filosofi leluhur tanah Pasundan.

Dentuman musik tradisional, tabuhan kendang, hingga lantunan kesenian daerah mengiringi langkah para peserta kirab. Beragam atraksi budaya ditampilkan dengan penuh semangat, mulai dari tarian tradisional, pertunjukan seni khas Sunda, hingga simbol-simbol kejayaan Padjadjaran yang memantik decak kagum masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika rombongan Mahkota Binokasih tiba di Alun-alun Sangkala Buana. Kawasan tersebut berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan pertunjukan budaya di panggung utama. Nuansa sakral berpadu dengan atmosfer kebersamaan, menjadikan malam budaya di Kota Wali terasa begitu khidmat sekaligus meriah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut kirab budaya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ikhtiar menjaga kesinambungan sejarah dan jati diri bangsa.

“Ini adalah rangkaian pagelaran napak tilas Padjadjaran melalui Kirab Mahkota Binokasih. Yang paling utama adalah bagaimana kita membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan. Masa lalu itu filosofi, histori, dan ideologi. Sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Menurut Dedi, Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang tetap hidup dan terawat hingga kini. Keberadaan keraton serta nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun menjadi bukti bahwa budaya bukan hanya cerita masa lalu, melainkan identitas masyarakat yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus tetap berpijak pada karakter budaya sendiri agar masyarakat tidak kehilangan jati diri.

“Cirebon adalah kota yang terbuka, mempertemukan pemahaman agama, sejarah, dan alam. Cirebon sesungguhnya miniatur pluralisme Indonesia. Dari kota ini kita belajar tentang Islam yang inklusif dan penuh nilai kewalian,” katanya.

Tak hanya itu, Dedi juga mengungkapkan keinginannya untuk memperkuat identitas budaya Kota Cirebon melalui penataan kawasan kota bernuansa tradisional.

“Saya ingin di setiap gang di Kota Cirebon ada gapura-gapura budaya. Kita harus mengembalikan kewibawaan Kota Cirebon sebagai kota yang memiliki sejarah dan karakter kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kirab budaya yang berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat.

“Alhamdulillah kita bersama-sama sudah menyaksikan kirab budaya yang luar biasa. Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Cirebon, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat atas perhatian dan dukungannya untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurut Effendi Edo, Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar hiburan budaya, tetapi momentum penting untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah dan warisan leluhur.

“Budaya memiliki peran penting dalam mempererat persaudaraan, menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi fondasi pembangunan Kota Cirebon di masa depan,” tuturnya.

Editor: Rebecca

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut