get app
inews
Aa Text
Read Next : Berjuang di Usia 8 Bulan, Fawwas Balita Asal Getrakmoyan Butuh Transplantasi Hati

Anak 12 Tahun Jalani Perawatan Medis Usai Pensil Ditemukan di Kandung Kemih

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:40 WIB
header img
Sebatang Pensil Ditemukan di Kandung Kemih Anak 12 Tahun. Foto: IG ryuurology

CIREBON, iNewsCirebon.id - Sebuah kasus medis yang jarang terjadi menghebohkan dunia kesehatan setelah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun harus menjalani perawatan intensif akibat ditemukannya benda asing berupa pensil di dalam kandung kemihnya. Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan usia anak dan risiko serius yang dapat ditimbulkan.

Kasus tersebut terungkap saat orang tua membawa anak ke rumah sakit dengan keluhan nyeri saat buang air kecil, disertai rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah. Keluhan yang terus berulang membuat Dokter spesialis urologi, dr. Ryuu Damara Parisudha, Sp.U melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya.

Dokter kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara medis hingga pemeriksaan pencitraan. Hasil pemeriksaan mengejutkan setelah terlihat adanya benda asing memanjang di area kandung kemih. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa benda tersebut adalah sebuah pensil.

“Hasil USG dan foto BNO menunjukkan pensil berada di kandung kemih,” jelas dr. Ryuu, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (27/1/2026). 

Dari keterangan yang diperoleh, anak tersebut mengaku pernah memasukkan pensil ke saluran kemihnya beberapa waktu sebelumnya. Tanpa disadari, benda itu terdorong semakin masuk hingga akhirnya berada di dalam kandung kemih. Kondisi ini berisiko menimbulkan infeksi, luka pada saluran kemih, hingga gangguan fungsi organ jika tidak segera ditangani.

Tim medis kemudian melakukan tindakan pengambilan benda asing menggunakan prosedur khusus melalui saluran kemih tanpa pembedahan terbuka. Proses tersebut berlangsung dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan jaringan. Beruntung, pensil berhasil dikeluarkan dan tidak ditemukan komplikasi serius pascatindakan.

Dokter mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak, terutama pada usia pra-remaja yang cenderung memiliki rasa ingin tahu tinggi. Edukasi mengenai bahaya memasukkan benda asing ke tubuh perlu dilakukan sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keluhan buang air kecil yang tidak biasa pada anak sebaiknya tidak dianggap sepele dan perlu segera diperiksakan ke tenaga medis.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut