get app
inews
Aa Text
Read Next : Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Distribusi Pupuk Subsidi Lebih Tepat Waktu dan Efisien

Panen Raya di Balik Jeruji Menteri Imipas Sumbangkan Hasil Pangan Lapas Cirebon untuk Korban Bencana

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:20 WIB
header img
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto, hadir langsung untuk memimpin panen ikan dan padi yang dikelola oleh jajaran pemasyarakatan bersama warga. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/2026). Area yang biasanya identik dengan aktivitas pembinaan warga binaan, pagi itu berubah menjadi lokasi panen raya hasil program ketahanan pangan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto, hadir langsung untuk memimpin panen ikan dan padi yang dikelola oleh jajaran pemasyarakatan bersama warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Kedatangan Agus Andrianto disambut Kepala Lapas Kelas I Cirebon serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Cirebon. Sebelum panen dimulai, acara diawali dengan dialog virtual bersama unit pelaksana teknis pemasyarakatan dari berbagai daerah.

Dalam keterangannya, Agus menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan telah berjalan konsisten sejak awal 2024 dan kini memasuki fase panen.

“Panen ketahanan pangan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia. Ini adalah hasil kerja panjang yang melibatkan petugas dan warga binaan,” ujar Agus.

Yang membedakan panen kali ini, lanjut Agus, adalah pemanfaatan hasilnya. Seluruh hasil panen, baik ikan maupun padi, dipastikan akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air.

“Kami sepakat, hasil panen ini tidak untuk kepentingan internal semata, tetapi akan didonasikan kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tegasnya.

Usai sambutan, Agus turut terlibat langsung dalam proses panen ikan nila di kolam budidaya Lapas. Ratusan ikan berhasil dijaring, disaksikan para pejabat dan tamu undangan. Dari kolam tersebut, Agus juga menebar bibit ikan lele sebagai persiapan siklus produksi berikutnya.

Rombongan kemudian bergeser ke area persawahan. Dengan menggunakan mesin combine harvester, padi yang telah menguning dipanen secara cepat dan efisien. Bulir padi yang terkumpul menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian di balik tembok lapas.

Tak hanya sektor pangan, Agus juga melepas pengiriman produk karya warga binaan berupa cocomesh atau jaring sabut kelapa ramah lingkungan. Produk tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari media tanam hingga pengendalian erosi, dan telah menembus pasar ekspor.

Pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya distribusi produk hasil pembinaan warga binaan ke pasar yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Menteri Imipas berdialog langsung dengan warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan yang disediakan tenaga medis.

“Lapas hari ini bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memberi manfaat nyata,” ujar Agus.

Hingga kegiatan berakhir, Agus mengaku masih menunggu laporan lengkap terkait total hasil panen nasional dari seluruh lapas dan rutan yang mengikuti panen serentak tersebut.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut