get app
inews
Aa Text
Read Next : Koperasi Merah Putih Kalisapu Cirebon Mulai Beroperasi, Bazar Murah Diserbu Warga

Viral Pemandu Ziarah Sebut Puser Bumi Tembus Makkah, Ini Penjelasan Juru Kunci

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:27 WIB
header img
Nasirudin, juru kunci Makam Sunan Gunung Jati. Foto: Suwandi

CIREBON, iNewsCirebon.id - Sebuah video penjelasan pemandu ziarah di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, mendadak viral di media sosial. 

Video tersebut menuai perhatian publik setelah sang pemandu menyebut bahwa situs Puser Bumi di kawasan makam ulama besar sekaligus pendiri Kesultanan Cirebon itu memiliki lorong yang diklaim bisa tembus langsung ke Makkah, Arab Saudi. 

Klaim tersebut pun memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Banyak pihak menilai informasi tersebut menyesatkan dan tidak memiliki dasar sejarah maupun keagamaan yang jelas. 

Menanggapi viralnya video tersebut, Juru Kunci Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Ia menegaskan bahwa pernyataan pemandu ziarah dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah maupun ajaran para wali. 

Menurut Nasirudin, pemandu yang videonya ramai diperbincangkan merupakan sosok yang masih baru di kawasan Makam Sunan Gunung Jati. Meski berasal dari Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pemandu tersebut dinilai belum memiliki pemahaman mendalam mengenai sejarah dan makna situs-situs yang ada di kompleks makam. 

“Yang kemarin viral itu salah seorang pemandu ziarah. Saya tidak tahu persis namanya, tapi memang rumahnya di Desa Astana. Dia itu masih baru, baru belajar membantu memandu tamu-tamu yang datang berziarah,” ujar Nasirudin, Kamis (8/1/2026). 

Ia pun mengimbau para peziarah agar lebih selektif dalam memilih jasa pemandu.

Menurutnya, di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati telah tersedia petugas resmi yang kompeten dan memahami sejarah, filosofi, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh Sunan Gunung Jati.

“Carilah pemandu yang memang kompeten. Di sini ada petugas kami yang siap 24 jam, mengenakan pakaian adat tradisi yang sudah berlaku secara turun-temurun,” jelasnya.

Nasirudin menegaskan, penggunaan pemandu yang tepat sangat penting agar peziarah mendapatkan penjelasan yang benar dan tidak keliru, khususnya terkait situs-situs sakral seperti Puser Bumi. 

Ia menyayangkan munculnya informasi keliru yang semestinya tidak terjadi apabila peziarah dibimbing oleh pihak yang memahami sejarah secara utuh.

Lebih lanjut, Nasirudin secara tegas membantah klaim adanya lorong Puser Bumi yang tembus ke Makkah. 

Ia menyebut pernyataan tersebut sebagai kekeliruan total dan bertentangan dengan ajaran Wali Songo. 

“Berita seperti itu saya klarifikasi, itu salah total. Para wali tidak pernah mengajarkan sesuatu yang di luar akal sehat dan nalar manusia,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, Puser Bumi bukanlah pusat dunia, apalagi memiliki keterkaitan fisik dengan wilayah lain. Istilah Puser Bumi merujuk pada titik nol atau pusat kawasan perbukitan yang kini menjadi lokasi Kompleks Makam Sunan Gunung Jati dan para bangsawan Cirebon.

Bahkan, lanjut Nasirudin, situs Puser Bumi tidak hanya terdapat di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, tetapi juga ada di Kompleks Makam Syekh Datuk Kahfi yang berada di seberangnya.

Hal ini menegaskan bahwa Puser Bumi merupakan penanda geografis dan simbolis, bukan sesuatu yang bersifat mistis berlebihan. 

“Jadi Puser Bumi itu artinya pusat kawasan, bukan pusat dunia. Sangat keliru kalau diartikan punya lorong tembus ke Makkah,” ungkapnya.

Nasirudin juga mengingatkan bahwa Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Wali Songo menyebarkan ajaran Islam yang berlandaskan syariat. Seluruh dakwah dan ilmu yang diajarkan para wali selaras dengan akal sehat serta nilai-nilai keislaman. 

“Wali itu bersyariat. Tidak mengajarkan sesuatu yang di luar nalar manusia,” pungkasnya.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut