Eskalasi Militer di Yaman Meningkat, Tiga WNI Terjebak di Pulau Dajjal
JAKARTA, iNewsCirebon.id – Sebanyak tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tertahan (stranded) di Pulau Socotra (Pulau Dajjal) Yaman, menyusul eskalasi serangan militer Arab Saudi di wilayah pelabuhan Mukalla pada akhir Desember 2025. Ketiganya terjebak sejak 3 Januari 2026 akibat penutupan jalur udara dan blokade bandara di wilayah konflik tersebut.
Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa kendala utama evakuasi adalah terhentinya operasional penerbangan di Yaman selama beberapa hari terakhir.
"Ada tiga WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra sejak 3 Januari lalu. Mereka tidak dapat keluar karena tidak ada penerbangan yang beroperasi akibat situasi keamanan," ujar Heni dalam konferensi pers di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ketiga WNI tersebut diketahui masuk ke Pulau Socotra—wilayah yang sering dijuluki 'Pulau Alien' karena flora dan faunanya yang unik—menggunakan jasa operator wisata yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Begitu laporan diterima, Kemlu segera menggerakkan jalur diplomasi melalui KBRI di Muscat (Oman), Riyadh (Arab Saudi), dan Abu Dhabi (UEA).
Berdasarkan komunikasi terakhir pada Kamis pagi, Kemlu memastikan bahwa ketiga WNI dalam kondisi sehat dan berada di lokasi yang aman. KBRI terus memantau kebutuhan logistik dan keselamatan mereka secara berkala.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta