Genderang Perang di Amerika Latin: Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata Lawan Donald Trump
Serangan verbal ini merupakan puncak dari perseteruan panjang antara kedua pemimpin. Hubungan keduanya kian memburuk setelah operasi militer AS di Venezuela Sabtu pekan lalu. Donald Trump secara terbuka memperingatkan Petro untuk waspada dan menyebutnya sebagai target potensial berikutnya.
Dengan nada menghina, Trump bahkan menuding Petro sebagai sosok tidak stabil yang terlibat dalam produksi kokain besar-besaran untuk dikirim ke Amerika Serikat, sebuah tuduhan tanpa bukti yang memicu kemarahan besar di Bogota.
Tidak tinggal diam, Pemerintah Kolombia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras pernyataan Trump tersebut. Mereka menilai ancaman Trump bukan hanya sekadar provokasi, melainkan bentuk campur tangan ilegal yang melanggar hukum internasional dan menginjak-injak kedaulatan negara lain.
Di tengah situasi yang semakin mencekam ini, Petro meminta seluruh rakyat Kolombia untuk bersiaga dan bersatu di belakangnya. Ia menyerukan gerakan perlawanan rakyat untuk membela martabat presiden dari tindakan kekerasan yang ia sebut sebagai operasi tidak sah.
Bayang-bayang konflik bersenjata kini menghantui hubungan kedua negara, saat Petro berjanji bahwa Kolombia tidak akan pernah bertekuk lutut di bawah tekanan Gedung Putih.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta