Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Cirebon, H. Muchamad Nidzom, menilai gerakan tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Alquran sekaligus mencegah buta aksara Alquran di kalangan masyarakat.
Ketua Yayasan Fityatul Islam, Agung Novedi, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta dalam pelaksanaan perdana NGAOS. Ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar setiap tahun dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
Melalui NGAOS, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an serta penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
