CIREBON, iNewsCirebon.id– Jumlah warga yang terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Kamis (22/10/2026), tercatat sebanyak 331 orang mengalami gangguan kesehatan, dengan 199 orang di antaranya menjalani rawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakan penanganan para korban dilakukan secara terpadu di delapan rumah sakit, satu klinik, dan dua puskesmas. Selain memastikan pasien memperoleh perawatan medis, petugas juga melakukan langkah antisipasi untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah korban.
Dari total korban tersebut, sebanyak 121 orang menjalani rawat jalan. Sementara itu, penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang telah dikumpulkan petugas.
Sop Telur Puyuh Dikeluhkan Berasa Asam
Dalam penelusuran awal, menu sop telur puyuh menjadi salah satu makanan yang banyak dikeluhkan korban. Sejumlah pasien mengaku kuah sop tersebut memiliki rasa asam. Bahkan, seorang guru dilaporkan mengalami diare setelah mencicipi kuah makanan itu, meskipun tidak memakan telur puyuhnya.
Guru tersebut sempat mengingatkan para siswa agar tidak mengonsumsi makanan setelah merasakan kejanggalan pada rasanya. Meski demikian, Dinas Kesehatan belum menyimpulkan bahwa sop telur puyuh menjadi sumber penyebab dugaan keracunan.
Untuk memastikan penyebabnya, petugas telah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sampel muntahan pasien dari RS Siloam, serta sampel tinja pasien dari RS Ciremai. Seluruh sampel dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Siti Maria menyebutkan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui paling cepat dalam 14 hari. Pemeriksaan awal terhadap sejumlah pasien juga menemukan peningkatan sel darah putih atau leukositosis. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
