Korban Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Hampir 400 Orang, Heru Subagia Soroti Respon Pemerintah Pusat

Riant Subekti
Penggagas Parlemen bayangan, Heru Subagia. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Cirebon, jumlah pasien tercatat mencapai 395 orang, meningkat dari sebelumnya 331 orang.

Menanggapi kejadian tersebut, penggagas Parlemen Bayangan, Heru Subagia, menyoroti respons pemerintah pusat dalam menangani dugaan keracunan massal yang berdampak terhadap ratusan penerima manfaat program MBG tersebut.

Heru menilai, kejadian di Kota Cirebon perlu mendapat perhatian serius pemerintah pusat, mengingat MBG merupakan program strategis nasional yang menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu menunjukkan langkah konkret, mulai dari memastikan penanganan para korban, mengusut penyebab gangguan kesehatan, hingga mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Heru juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan dan ada tidaknya pelanggaran dalam proses penyediaan makanan perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwenang.

Selain itu, Heru mendukung keterlibatan masyarakat dan mahasiswa dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia menilai partisipasi publik penting untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, serta perbaikan tata kelola program yang menggunakan anggaran negara tersebut.

Heru berharap pemerintah pusat segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah nyata dalam menangani kasus di Kota Cirebon. Menurutnya, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas, sementara evaluasi menyeluruh diperlukan untuk menentukan langkah perbaikan terhadap keberlanjutan program MBG.

Hingga penyebab kejadian dipastikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi pihak berwenang, dugaan keracunan tersebut masih perlu disikapi secara hati-hati agar informasi yang berkembang tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur.

 

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network