JAKARTA, iNewsCirebon.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah merancang langkah strategis untuk memperkuat postur pertahanan dan kemampuan tempur Korps Marinir. Salah satu rencana utamanya adalah pembentukan Batalyon Sniper serta penambahan satuan bantuan udara.
Rencana tersebut terungkap dalam pembahasan secara virtual saat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan apresiasi atas keberhasilan prajurit Korps Marinir yang menumpas tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dalam keterangan resminya, Korps Marinir menyampaikan bahwa pembahasan mencakup kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi. Selain itu, Korps Marinir juga diharapkan mendapatkan penambahan satuan bantuan udara.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan di lapangan, Kasal menegaskan bahwa prajurit Korps Marinir yang berprestasi akan menerima penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) serta kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agenda penguatan ini juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan strategis. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
