Selain lampu-lampu warna-warni yang menghiasi area gua, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan seni tradisional. Mulai dari tari-tarian hingga alunan gamelan hadir untuk memperkuat identitas budaya Cirebon, jadi bukan cuma hiburan visual tapi juga pengalaman budaya.
Penggagas Lumi Land, Joseph Ferry, menjelaskan bahwa pemilihan Sunyaragi bukan tanpa alasan. Lokasinya yang berada di tengah kota dan memiliki nilai sejarah tinggi membuatnya punya daya tarik unik dibanding tempat lain.
Selama festival berlangsung, suasana juga makin meriah dengan kehadiran pelaku UMKM lokal yang membuka berbagai tenant makanan dan produk khas. Jadi, pengunjung bisa sekalian wisata kuliner sambil menikmati suasana malam.
Dengan harga tiket yang masih ramah di kantong, Lumi Land jadi opsi menarik untuk liburan keluarga, nongkrong santai, atau sekadar cari suasana baru di Cirebon. Bahkan, ada program khusus tiket gratis untuk siswa SD, supaya makin banyak yang bisa menikmati pengalaman ini.
Pihak pengelola berharap event seperti ini bisa mengubah pola kunjungan wisata. Bukan cuma datang sebentar lalu pulang, tapi juga mendorong wisatawan untuk menginap dan menikmati Cirebon lebih lama.
Kalau biasanya Cirebon identik dengan wisata kuliner dan sejarah di siang hari, sekarang ada alasan baru untuk keluar malam. Lumi Land di Gua Sunyaragi jadi bukti kalau pariwisata Cirebon terus berkembang dengan cara yang kreatif dan kekinian.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
