Panduan Lengkap Doa Qunut dalam Shalat Witir

Vitrianda Hilba Siregar
Membaca doa Qunut shalat Witir merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Foto: Ist

CIREBON, iNewsCirebon.id - Membaca doa Qunut shalat Witir merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Secara teknis, doa ini dibaca pada rakaat terakhir shalat Witir, tepatnya setelah bangun dari rukuk (iktidal). Praktik ini didasarkan pada doa yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam  kepada cucu beliau, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma.

Hukum dan Ketentuan Waktu

Penting untuk dipahami bahwa hukum Qunut Witir adalah sunnah, bukan wajib. Artinya, siapa pun yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan, shalatnya tetap sah dan tidak berdampak apa pun.

Doa ini boleh dibaca setiap malam, baik bagi mereka yang melaksanakan Witir di awal malam, tengah malam, maupun di akhir malam. Bahkan, bagi seorang imam, sesekali meninggalkan Qunut adalah hal yang dibolehkan agar makmum memahami bahwa amalan ini memang tidak bersifat wajib.

Lafaz Doa Qunut Witir

Berikut adalah bacaan utama doa Qunut sesuai riwayat hadis:

اللَّهمَّ اهدِني فيمن هديت، وعافِني فيمن عافيتَ، وتولَّني dalam men تولَّيتَ، وبارِك لي فيما أعطيتَ، وقني شرَّ ما قضيتَ، إنَّكَ تقضي ولا يقضى عليْكَ، وإنَّهُ لا يذلُّ من واليتَ، ولا يعزُّ من عاديتَ، تبارَكتَ ربَّنا وتعاليتَ

Allahummah dinii fiiman hadaiit, wa 'aafinii fiman 'aafaiit, watawallanii fiiman tawallaiit, wabaarik lii fiimaa a’thaaiit, waqinii syarra maa qadhaiit, fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaiik, innahuu laa yadzillu man waalaiit, walaa ya’izzu man ‘aadaiit, tabaarakta Rabbanaa wata’aalaiit.

Pengembangan dan Tambahan Doa

Umat Islam diperbolehkan menambah lafaz Qunut dengan doa-doa kebaikan lainnya yang sesuai. Sebagaimana dicontohkan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau sering menambahkan kalimat permohonan pertolongan dan hidayah. Selain itu, terdapat riwayat lain yang menganjurkan tambahan doa perlindungan berikut:

Allahumma inni a’udzu biridhaaka min sakhathika, wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika.

Adab dan Tata Cara Berjamaah

Dalam pelaksanaannya, baik laki-laki maupun perempuan sangat dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan saat membaca doa Qunut setelah bangun dari rukuk.

Bagi makmum yang shalat berjamaah, disyariatkan untuk ikut mengaminkan doa yang dibacakan oleh imam. Hal ini dianalogikan (diqiyaskan) dengan pembacaan "Aamiin" setelah surat Al-Fatihah, karena imam sedang memanjatkan doa kebaikan untuk dirinya dan seluruh jamaah yang hadir.

(Referensi: Fatawa Nur ‘alaa Ad-Darbi Jilid 10 & Fatawa Syaikh Utsaimin)

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network