JAKARTA, iNewsCirebon.id – Tren penggunaan sound di TikTok kembali melahirkan konten-konten menghibur. Kali ini, suara dengan kalimat sederhana “1 + 1 = 2” mendadak viral dan banyak dipakai sebagai backsound video yang sukses mengundang gelak tawa warganet.
Tak hanya kreator konten, sejumlah artis Tanah Air pun turut memanfaatkan sound ini untuk membuat video parodi. Meski terdengar sepele, tren “1 + 1 = 2” justru membuat banyak pengguna penasaran dengan maksud di baliknya.
Berikut ulasannya:
1. Sound “1 + 1 = 2” jadi tren viral
Belakangan, backsound berisi rangkaian pertanyaan seputar matematika, geografi, hingga pengetahuan umum ramai digunakan di TikTok. Para kreator dan artis membuat konten dengan cara melakukan dubbing atau lipsync terhadap suara tersebut, sehingga menghasilkan kesan kocak.
Adapun potongan kalimat yang kerap digunakan antara lain:
“1 + 1 sama dengan 2, 11 x 11 = 121, 12 x 12 = 144, 8 x 8, 6 x 4, yang waras yaa. Ibu kota Indonesia adalah? Jakarta. Bener kan, saya tambahin lagi, ibu kota Jawa Barat Bandung kan? Gubernurnya? KDM, bapak aing.”
2. Artis dan selebgram ikut meramaikan
Walaupun terdengar sederhana, tren ini justru meledak dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah artis seperti Wika Salim, Tissa Biani, Angela Gilsha, Sitha Marino, hingga Marion Jola ikut membuat konten parodi dengan gaya khas masing-masing.
Tak kalah kreatif, para selebgram dan kreator konten juga memanfaatkan sound ini untuk membuat video bertema kebingungan yang menghibur. Daniel Alvin dan Hansen, misalnya, menggunakan sound tersebut dalam konten pura-pura bingung saat menerima penjelasan pelajaran.
3. Asal-usul sound “1 + 1 = 2”
Pada dasarnya, suara viral ini berasal dari potongan wawancara Roby Tremonti dengan sebuah media. Dalam wawancara tersebut, Roby meminta Aurelie Moeremans—yang disebut-sebut menyinggung dirinya dalam buku Broken Strings—untuk bersikap lebih waras.
Namun, potongan video itu justru menyebar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi negatif dari publik.
Sebagai informasi, buku Broken Strings mengisahkan pengalaman pahit Aurelie yang mengaku menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun. Ia juga menyebut pernah dipaksa menikah oleh sosok yang menggunakan nama samaran Bobby.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
