Angka pemerintah ini pun sebenarnya sudah jauh melampaui estimasi lembaga HAM internasional di luar negeri yang memprediksi jumlah korban berada di angka 600 hingga 700 jiwa. Pemerintah Iran hingga kini belum memberikan rincian mendalam mengenai identitas maupun penyebab spesifik kematian para korban tersebut.
Dalam keterangannya kepada Reuters, pihak Teheran bersikeras bahwa kematian baik di sisi demonstran maupun aparat disebabkan oleh tindakan kelompok bersenjata atau "teroris" yang didukung pihak asing.
Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut dengan memanfaatkan situasi domestik demi menciptakan alasan untuk melakukan serangan, serupa dengan ketegangan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
