Daftar 5 Harta Karun Tambang Indonesia dengan Cadangan Terbesar

Anton Kurniawan
Tambang Batu Bara. (Foto: doc. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Melimpahnya sumber daya alam (SDA) serta beragamnya komoditas tambang menjadi peluang bagi perekonomian Indonesia. Harta karun tambang yang berada dalam perut bumi Ibu Pertiwi tidak main-main potensinya, bahkan beberapa memiliki cadangan terbesar. 

Komoditas-komoditas tersebut merupakan aset berharga dan tak tergantikan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara ini. Perang komoditas tambang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari saat ini, contohnya batubara yang masih menjadi andalan sumber listrik.

Tidak hanya kebutuhan listrik, alat elektronik yang kita pakai setiap harinya pun terbuat dari komoditas tambang. Mulai dari emas, tembaga, nikel, dan komoditas tambang lainnya berperan besar. 

Dalam pengelolaan minerba (mineral dan batubara), pemerintah sebenarnya secara bertahap mendorong untuk dilakukan pengolahan di dalam negeri. Pemerintah terus menggenjot pembangunan smelter.

1. Nikel 

Berdasarkan data yang dihimpun untuk jenis mineral seperti nikel Indonesia memiliki cadangan terbesar di dunia. Berdasarkan data USGS pada Januari 2020 dan Badan Geologi 2019, mengutip dari Booklet Nikel yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, jumlah cadangan nikel RI tercatat mencapai 72 juta ton nikel (termasuk nikel limonite/ kadar rendah). 

Jumlah ini mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia sebesar 139.419.000 ton nikel. Menyusul Indonesia, ada Australia dengan cadangan nikel mencapai 15%, lalu Brazil 8%, Rusia 5%, dan gabungan sejumlah negara lainnya seperti Filiphina, China, Kanada, dan lainnya 20%.

Terkait kandungan bijih nikel disebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel mencapai 11,7 miliar ton dan cadangan 4,5 miliar ton, termasuk nikel kadar rendah (limonite nickel) dan nikel kadar tinggi (saprolite nickel). 

Adapun umur cadangan bijih nikel Indonesia disebutkan bisa mencapai 73 tahun, untuk jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5% (limonite nickel). Asumsi umur cadangan tersebut berasal dari jumlah cadangan bijih nikel limonit mencapai 1,7 miliar ton dan kebutuhan kapasitas pengolahan (smelter) di dalam negeri sebesar 24 juta ton per tahun. 

Sementara itu ketika booming industri kendaraan listrik, harta karun nikel menjadi komditas yang diburu. Melihat hal itu, Indonesia berupaya mendorong hilirisasi industri nikel dan telah melarang ekspor.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi olahan nikel Indonesia mencapai 2,47 juta ton pada 2021. Angka ini naik 2,17% dibanding 2020 yang sebesar 2,41 juta ton. Tren produksi olahan nikel di Indonesia mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. 

Awalnya produksi olahan nikel hanya sebesar 927,9 ribu ton pada 2018. Angka ini terus naik, salah satunya ditopang oleh produksi feronikel. Kementerian ESDM pun berencana meningkatkan kembali produksi olahan nikel mencapai 2,58 juta ton pada 2022. 

2. Timah 

Cadangan timah Indonesia cukup besar dan menempati posisi 4 di dunia sebagai penghasil timah. Artinya, cukup besar jumlahnya dan permintaan dunia akan timah juga cukup tinggi. 

Pemanfaatan timah dalam kehidupan manusia adalah untuk pelapis besi, pembuatan kaleng, tube, bahkan juga dijadikan pembungkus berbagai jenis makanan, seperti cokelat dan permen. 

Saat ini penghasil timah terbesar berlokasi di Pulau Bangka, Pulau Karimun, dan daratan Riau. Namun mirisnya karena tata kelola yang carut marut membuat cadangan timah Indonesia menipis.

Dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan timah Indonesia diprediksi hanya akan cukup untuk pasokan atau 25 tahun atau hingga 2046. Diketahui, saat ini cadangan timah Indonesia mencapai 2,23 juta ton. Tercatat untuk produksi tahunan mencapai 85.000 ton per tahun. 

3. Batu Bara 

Kementerian ESDM mencatat cadangan batu bara Indonesia per 19 Januari 2022 sebanyak 31,7 miliar ton. Data tersebut dihimpun dari Pusat Sumber Daya Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi. 

Cadangan batu bara berkalori rendah atau kurang dari 5.100 kalori/gram mencapai sebesar 10,9 miliar ton. Lalu, kalori sedang atau 5.100 kalori/gram-6.100 kalori/gram sebanyak 18,8 miliar ton. Kemudian, batu bara berkalori tinggi dengan kadar 6.100 kalori/gram-7.100 kalori/gram sebanyak 1,5 miliar ton. 

Batu bara berkalori sangat tinggi atau di atas 7.100 kalori/gram tidak begitu banyak, 0,6 miliar ton. Selain cadangan, catatan sumber daya batu bara untuk periode sama, dengan total 91,6 miliar ton. 

Rinciannya, untuk kategori kalori rendah sebanyak 29,7 miliar ton, kalori sedang sebesar 51,9 miliar ton, kalori tinggi sebanyak 7,2 miliar ton, dan kalori sangat tinggi sebanyak 2,8 miliar ton.

Pada tahun lalu realisasi produksi batu bara RI sebesar 614 juta ton atau 98,2% dari target 625 juta ton. Dari total produksi itu, mayoritas diekspor dan hanya sekitar 21%-nya saja yang dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. 

Tercatat bahwa hanya 133 juta ton saja yang dipakai untuk listrik dan kebutuhan non listrik RI. Di 2022 ini kebutuhan batu bara untuk kelistrikan dan non kelistrikan dalam negeri diproyeksi naik menjadi 165,7 juta ton. 

4. Emas

Cadangan emas yang dimiliki Indonesia menjadi yang terbesar kelima di dunia, setelah Australia, Rusia, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. Berdasarkan data USGS 2020 yang diolah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia tercatat memiliki 2.600 ton Au (emas) atau 5% dari total cadangan emas dunia sebesar 50.300 ton Au. 

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM hingga akhir 2019, total sumber daya bijih emas Indonesia tercatat mencapai 14,96 miliar ton, sumber daya logam emas sebesar 0,01 juta ton. Sedangkan cadangan bijih emas Indonesia tercatat mencapai 3,57 miliar ton dan cadangan logam 0,005 juta ton. 
Papua bisa dikatakan menjadi daerah yang gencar melakukan eksplorasi dan mengoptimalkan sumber daya bijih emasnya. Meski begitu Papua memiliki sumber daya bijih emas lebih rendah dibandingkan Nusa Tenggara, yakni sebesar 3,20 miliar ton, namun dari sisi cadangan bijih emas tercatat jauh lebih tinggi, yakni mencapai 1,87 miliar ton. 

5. Tembaga 

Komoditas tembaga Indonesia melimpah, bahkan termasuk 6 negara dengan cadangan tembaga terbesar di dunia, yakni berkontribusi sekitar 3 persen dari total cadangan dunia. Provinsi seperti Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur menjadi wilayah yang memiliki sumber daya tembaga terbesar di Tanah Air. 

Pada 2020, cadangan sumber daya tembaga di Indonesia tercatat sebanyak 28 miliar metrik ton. Diresmikan 12 Oktober 2020 lalu, pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) tembaga milik PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik, Jawa Timur bisa mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga ini berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga dengan produk sebesar 600 ribu ton katoda tembaga. 

Sementara pada 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, saat ini, Indonesia memiliki cadangan bijih tembaga sebesar 3,1 miliar ton dengan tingkat produksi sebanyak 100 juta ton per tahun. 
Cadangan bijih tembaga tersebut diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru.

Editor : Miftahudin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network