Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Cirebon, Desak Evaluasi Program MBG Usai Ratusan Orang Diduga Keracunan
CIREBON, iNewsCirebon.id- Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). Mereka mendesak pemerintah menindaklanjuti kasus dugaan keracunan massal setelah ratusan siswa dan sejumlah orang dewasa mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Massa yang membawa atribut organisasi BEM STMIK-IKMI Cirebon menyampaikan kritik terhadap pemerintah dan pejabat publik. Mereka menilai penanganan persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dan tidak boleh berhenti pada pernyataan semata.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti tanggung jawab pejabat dalam menjalankan amanah rakyat. Mereka juga mempertanyakan penggunaan anggaran pemerintah yang seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menuntut tindak lanjut kasus dugaan keracunan MBG, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi lain, termasuk meminta agar tuntutan penetapan status bencana nasional diteruskan kepada DPR RI.
Aksi yang berlangsung di tengah pengawasan aparat kepolisian tersebut berjalan dengan pengamanan di sekitar gedung dewan. Petugas mengimbau peserta unjuk rasa agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sekitar pukul 16.00 WIB, perwakilan mahasiswa akhirnya diterima untuk mengikuti audiensi di dalam Gedung DPRD Kota Cirebon. Mereka bertemu Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, serta jajaran sekretariat dewan.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon sendiri menjadi perhatian publik setelah ratusan orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan data yang dikutip dari laporan Tribun Cirebon, sebanyak 264 pasien telah mendapatkan penanganan di delapan rumah sakit hingga Rabu (21/10/2026).
Mayoritas pasien merupakan siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Sejumlah orang dewasa juga dilaporkan terdampak dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program MBG tersebut.
Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan kepada DPRD tidak berhenti pada audiensi, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi dan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Editor: Rebecca