Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Cirebon, Heru Subagia Desak Evaluasi Total
Advertisement . Scroll to see content

Update Korban Keracunan MBG Cirebon: 228 Anak dan 36 Dewasa Terdampak Tersebar di 8 Rumah Sakit

Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:05 WIB
  • author Riant Subekti
Update Korban Keracunan MBG Cirebon: 228 Anak dan 36 Dewasa Terdampak Tersebar di 8 Rumah Sakit
Sejumlah siswa yang diduga mengalami keracuna menu MBG masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di kota Cirebon. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon terus menjadi perhatian. Berdasarkan rekapitulasi penanganan medis pada Rabu (21/10/2026) pagi, total pasien tercatat mencapai 264 orang, terdiri atas 228 anak-anak dan 36 orang dewasa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 176 pasien harus menjalani rawat inap, sedangkan 88 orang lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan. Para pasien tersebar di delapan rumah sakit yang menangani kasus dugaan keracunan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun iNews Cirebon, RS Ciremai menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 85 orang. Selanjutnya, RSD Gunung Jati menangani 71 pasien dan RS Putera Bahagia sebanyak 59 pasien.

Sementara itu, RS Medimas mencatat 26 pasien, RS Cahaya Bunda 12 pasien, PAD lima pasien, serta RS Pelabuhan dan RS Sumber Kasih masing-masing menangani tiga pasien.

Lonjakan pasien tersebut membuat sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit di Kota Cirebon ramai didatangi anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan bersama orang tua mereka. Ambulans juga dilaporkan silih berganti membawa pasien untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, sejumlah siswa dan orang dewasa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (20/10/2026). Salah satu informasi yang disampaikan orang tua siswa menyebut telur puyuh dalam paket makanan tersebut terasa asam.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang. Data rekapitulasi yang tersedia juga belum menjelaskan kondisi terkini seluruh pasien maupun jumlah pasien yang telah diperbolehkan pulang.

Penanganan terhadap para korban masih menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat terkait. Evaluasi terhadap penyediaan serta distribusi makanan MBG diperlukan untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut