Ratusan Siswa Cirebon Dilarikan ke 4 Rumah Sakit, SPPG Penyedia MBG Disuspend
CIREBON, iNewsCirebon.id– Sekitar 100 siswa dari tiga sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10/2026). Para korban menjalani perawatan di empat rumah sakit, sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan tersebut dihentikan sementara.
Ketiga sekolah yang siswanya terdampak yakni SDN Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Sejumlah anak dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pihak terkait menangguhkan operasional SPPG yang memasok makanan tersebut. Penangguhan mulai diberlakukan pada Selasa malam hingga batas waktu yang belum ditentukan. BGN juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh lembaga tersebut sehingga keluarga tidak dibebani biaya perawatan.
Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan keterangan sementara, SPPG tersebut mendistribusikan 2.555 porsi MBG pada hari kejadian, terdiri atas 1.581 porsi kecil dan 974 porsi besar.
Menu yang dibagikan dilaporkan terdiri atas nasi putih, sup telur puyuh, tempe orek, kelengkeng, serta sayuran kol dan wortel. Sejumlah orang tua siswa mengungkapkan bahwa anak mereka mengeluhkan aroma sup telur puyuh yang disebut berbau asam saat dikonsumsi.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian. Hasil pengujian laboratorium dan pendataan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Editor: Rebecca