Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Raih Berkah 10 Hari Terakhir Ramadan, IJTI Cirebon Raya Santuni Anak Yatim di Yayasan Gray
Advertisement . Scroll to see content

Salah Kaprah Itikaf hanya Malam Ganjil, Ulama Ingatkan Pentingnya Sepuluh Malam Terakhir Secara Utuh

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:21 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Salah Kaprah Itikaf hanya Malam Ganjil, Ulama Ingatkan Pentingnya Sepuluh Malam Terakhir Secara Utuh
Ilustrasi seseorang yang sedang itikaf di masjid. (Foto: Istimewa)

Konsistensi selama sepuluh hari penuh dianggap sebagai metode paling aman untuk memastikan seseorang mendapatkan keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Selain sebagai upaya mengejar Lailatul Qadar, itikaf di masjid berfungsi sebagai sarana evaluasi diri dan pembersihan jiwa dari hiruk pikuk duniawi. Dengan berdiam diri di masjid, seorang muslim dipaksa untuk memutus kontak sementara dengan urusan logistik dan pekerjaan guna mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi sebelum Ramadhan berakhir.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya memilih malam tertentu saja dalam menghidupkan masjid. Upaya maksimal di setiap malam, baik ganjil maupun genap, menjadi kunci utama agar target spiritual di akhir bulan suci ini dapat tercapai secara optimal tanpa ada satu pun malam yang terbuang sia-sia.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut