Secara Nasional Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis sebanyak 55,2 Juta Anak di 38 Provinsi
KABUPATEN CIREBON, INewsCirebon.id - Wakil ketua SPP, Marsdya TNI Samsul Rizal, meresmikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemantren di Jalan Syekh Nurjati, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Samsul Rizal mengatakan. Agenda hari ini saya diundang dari pihak Yayasan Muala Hoedi Makayasa untuk acara peresmian operasional SPPG Kemantren.
"Selain meresmikan SPPG Kemantren sekarang saya bersama ketua yayasan beserta Camat Dandim serta Kapolsek sumber mengunjungi salah satu sekolah yang menerima manfaat dari SPPG Kemantren tersebut,” katanya. Kamis (29/01/2026)
Untuk sampai saat ini, lanjut Samsul Rizal, secara Nasional Sudah 19.188 SPPG Beroperasi di seluruh Indonesia yang tersebar di 38 Provinsi, Program tersebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat.
“Sudah mencapai penerima manfaat sebanyak 55,2 juta anak dan kelompok B3, yaitu balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta penerima manfaat lainnya,”katanya.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan dan operasional SPPG terus dipercepat, diharapkan untuk tahun ini SPPG yang terbangun mencapai 32.000 unit, dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 82 juta jiwa,”tambahnya.
Sasarannya anak-anak sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, kemudian kelompok B3 yaitu ibu menyusui dan ibu hamil. Sekarang juga diperluas kepada tenaga pendidik atau guru, serta masyarakat seperti anak-anak kurang mampu.
“Kalau targetnya 32.000 unit di tahun 2026 dan per Januari ini sudah mencapai 19.188 unit, itu sudah sekitar 60 sampai 70 persen, saya kira tinggal sekitar 12.000 sampai 13.000 unit lagi, insya allah tercapai,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mualahudi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo, usai peresmian operasional SPPG. Mengatakan, bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemantren, Kabupaten Cirebon, mencatat lonjakan signifikan jumlah penerima manfaat hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Dari semula 1.451 penerima pada Desember, jumlahnya melonjak menjadi 2.481 penerima pada Januari 2026 atau naik hingga 78 persen.
Lonjakan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Mualahudi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo, usai peresmian operasional SPPG Kemantren di Jalan Syekh Nurjati, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
“Untuk di awal, kita di 8 Desember itu awalnya sebanyak 1.451 namun ketentuan ini memang sesuai dari Badan Gizi Nasional nya tidak boleh melebihi dari 2.000,”ujarnya
Namun memasuki Januari 2026, jumlah penerima MBG dibawah layanan SPPG Kemantren mengalami peningkatan tajam, ada penambahan sebanyak 2.481 atau ada kelebihan sebesar 1.130, naik 78 persen.
Peningkatan penerima MBG tersebut tersebar di sejumlah satuan pendidikan mulai dari PAUD dan SDN serta layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
Seiring dengan bertambahnya penerima manfaat, kami juga memastikan aspek keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama, yang pasti kalau untuk antisipasi seperti keracunan, kita setiap hari itu ada pemeriksaan. Maksudnya dari chef-nya, kemudian dari ahli gizinya,”ucapnya.
Selain itu proses pendistribusian makanan juga dibatasi secara ketat agar makanan tetap layak konsumsi, untuk pendistribusian makanan, sesuai yang tadi disampaikan oleh Wakil Ketua SPPI, itu maksimal 4 jam sudah distribusikan ke sekolah-sekolah, “katanya.
Editor : Rebecca