Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim Menang Perang, Tegaskan Militer AS Sudah Hancurkan Kekuatan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Maduro Jatuh, Trump Incar Kolombia: Presiden Gustavo Petro Punya Pabrik Kokain

Minggu, 04 Januari 2026 | 12:59 WIB
  • author Anton Suhartono, Vitrianda
Setelah Maduro Jatuh, Trump Incar Kolombia: Presiden Gustavo Petro Punya Pabrik Kokain
Hanya berselang sehari setelah operasi kilat Delta Force menangkap Nicolas Maduro, Trump melontarkan tuduhan yang sangat eksplosif terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Foto: Ist/ New York Times

WASHINGTON, iNewsCirebon – Belum reda guncangan dunia akibat jatuhnya Ibu Kota Karakas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mengalihkan "meriam" retorikanya ke Kolombia. Hanya berselang sehari setelah operasi kilat Delta Force menangkap Nicolas Maduro, Trump melontarkan tuduhan yang sangat eksplosif terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

Dalam pernyataan publik yang memicu ketegangan diplomatik baru di Amerika Latin, Trump secara blak-blakan menuding Petro terlibat langsung dalam industri narkoba gelap yang memasok pasar Amerika Serikat.

Dia Harus Berhati-hati

Tuduhan Trump tidak main-main. Ia menyebut orang nomor satu di Kolombia itu mengelola fasilitas produksi narkoba dalam skala besar.

“Dia (Gustavo Petro) punya pabrik kokain, dan hasilnya terus membanjiri negara kami. Jadi, dia benar-benar harus berhati-hati,” tegas Trump sebagaimana dikutip dari Anadolu, Minggu (4/1/2026).

Pernyataan "berhati-hati" ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal bahaya, mengingat Trump baru saja membuktikan ucapannya dengan menggempur Venezuela dan menyeret Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ke pengadilan federal di New York.

Efek Domino di Amerika Latin

Keberhasilan operasi militer AS di Venezuela nampaknya menjadi pesan peringatan bagi negara-negara tetangga. Trump mengisyaratkan bahwa Kolombia bisa saja menjadi target berikutnya jika masalah penyelundupan narkoba ini tidak segera dihentikan.

Ketegangan ini seolah menunjukkan bahwa Washington tidak lagi menggunakan jalur diplomasi meja hijau, melainkan lebih memilih pendekatan "kekuatan nyata" untuk menjaga keamanan perbatasannya.

Kuba Tak Luput dari Sasaran

Selain Kolombia, Trump juga menghujani Kuba dengan kritik tajam. Ia melabeli Kuba sebagai "negara gagal" yang kepemimpinannya telah menghancurkan ekonomi dan menyengsarakan rakyat selama berdekade-dekade.

Menariknya, Trump juga mengungkap keterlibatan mendalam intelijen Kuba dalam perlindungan rezim Maduro yang baru saja tumbang.

“Sudah menjadi rahasia umum, seluruh pengawal Maduro dan badan intelijen mereka penuh dengan orang-orang Kuba,” ungkap Trump.

Ia menyatakan keinginannya untuk "membantu" rakyat Kuba, namun dengan nada yang menyiratkan bahwa AS siap melakukan intervensi jika diperlukan untuk menghentikan pengaruh komunisme dan migrasi massal ke wilayah Amerika.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut